KBRT - Realisasi investasi di Kabupaten Trenggalek sepanjang 2025 mencapai Rp582 miliar. Capaian tersebut didominasi investasi usaha mikro, dengan sektor perdagangan tetap menjadi kontributor terbesar dalam struktur penanaman modal daerah.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Trenggalek, investasi usaha mikro menyumbang 74 persen atau senilai Rp430,8 miliar. Sementara investasi non-mikro berkontribusi 26 persen dengan nilai Rp152,2 miliar.
Jika dilihat dari sektornya, perdagangan masih menempati posisi teratas dengan porsi 40,6 persen. Selanjutnya disusul sektor perindustrian sebesar 16,2 persen, pariwisata 14,1 persen, pertanian 4,7 persen, serta sektor pekerjaan umum (PU) sebesar 4,5 persen.
Kepala DPMPTSP Trenggalek, Edy Santoso, menyebut 2025 menjadi tahun yang cukup menantang bagi kinerja investasi daerah. Pasalnya, realisasi investasi sepanjang tahun bergerak sangat dekat dengan target yang telah ditetapkan.
“2025 ini kami beserta teman-teman DPMPTSP menyebutnya tahun yang cukup menantang. Dari Januari sampai tutup tahun kami berdebar-debar terus karena capaian investasi yang kami cermati mepet sekali dengan target,” ujar Edy.
Ia mengakui meski target akhirnya tercapai, selisihnya sangat tipis.
“Kami ingin melampaui target, tapi memang mepet terus. Meskipun akhirnya bisa mencapai target, selisihnya sangat tipis,” imbuhnya.
Secara tahunan, capaian investasi 2025 hanya naik tipis dibandingkan 2024 yang berada di angka Rp581 miliar.
“Capaian 2025 ini Rp582 miliar, sementara tahun 2024 sebesar Rp581 miliar. Jadi kenaikannya tipis,” jelasnya.
Menurut Edy, struktur penopang investasi di Trenggalek relatif tidak banyak berubah. Lima besar sektor investasi masih didominasi sektor yang sama dari tahun ke tahun.
“Penopang investasi di Trenggalek ini lima besar hampir tidak berubah. Yang pertama perdagangan, kedua perindustrian terutama industri olahan,” katanya.
Namun, untuk peringkat ketiga dan seterusnya kerap mengalami pergeseran. Pada 2025, sektor pariwisata mencatat lonjakan cukup signifikan hingga menempati posisi ketiga.
“Kebetulan tahun 2025 peringkat ketiga cukup besar pariwisata. Ini karena ada Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis, yang secara klasifikasi masuk sektor pariwisata,” ungkap Edy.
Sementara itu, sektor pertanian berada di peringkat keempat, didorong oleh aktivitas penanaman komoditas unggulan seperti jagung dan melon. Adapun sektor pekerjaan umum menempati posisi kelima.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz















