TUGU, TRENGGALEK – Kabar baik buat pengendara yang biasa melintas di jalur nasional Trenggalek–Ponorogo. Setelah sempat lumpuh akibat longsor, jalan di kilometer 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, kini sudah bisa dilalui kembali.
Meski begitu, kondisi jalan belum sepenuhnya normal. Kendaraan roda dua dan mobil pribadi sudah bisa melintas dua arah, sementara truk besar masih harus lewat secara bergantian demi menjaga keamanan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Jawa Timur dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Endy Aktony, mengatakan pembukaan jalur tersebut dilakukan setelah penanganan darurat di lokasi longsor.
“Untuk kendaraan sudah bisa lewat dua arah, baik roda dua maupun roda empat. Namun untuk kendaraan roda enam ke atas diberlakukan sistem bergantian atau satu per satu,” ujar Endy.
Penanganan awal dilakukan setelah badan jalan di lokasi tersebut sempat amblas akibat longsor tanah dan batu yang terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan tim teknis adalah memasang sheet pile atau pelat baja di sisi jalan. Struktur ini berfungsi menahan pergerakan tanah sekaligus memperkuat badan jalan agar tidak kembali ambles.
Selain itu, area yang terdampak longsor juga ditimbun material tambahan. Tim juga melakukan penyemprotan soil stabilizer untuk memperkuat struktur tanah di sekitar badan jalan.
Langkah darurat ini membuat lebar jalan sementara menjadi sedikit lebih sempit dibanding kondisi normal karena sebagian ruang digunakan untuk material penahan.
Meski begitu, BBPJN memastikan jalur tersebut sudah cukup aman untuk dilewati masyarakat, terutama untuk mendukung mobilitas warga dan persiapan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
“Kami tetap melakukan pengawasan ketat, terutama jika terjadi cuaca ekstrem. Koordinasi terus dilakukan dengan BPBD, Satlantas Polres Trenggalek, Basarnas, dan pihak terkait,” jelas Endy.
Namun ia menegaskan, penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Pemerintah masih menunggu desain teknis penanganan permanen dari tim perencana jalan nasional.
Sebelumnya, tim ahli geologi juga telah melakukan identifikasi kondisi tanah di sekitar lokasi longsor untuk menentukan metode perbaikan jangka panjang yang paling aman.
Endy mengingatkan, potensi longsor susulan masih tetap ada, terutama jika hujan deras terjadi dalam waktu lama.
“Kalau cuaca ekstrem atau hujan deras terus-menerus, kemungkinan longsor susulan tetap ada. Karena itu kami sepakat dengan BPBD, Basarnas, kepolisian, dan pihak kecamatan untuk menutup sementara jalur jika kondisi dinilai berbahaya,” katanya.
Ia juga menyebut material longsoran di belakang tanggul sebenarnya sudah sempat dibersihkan. Namun kapasitas penampungannya terbatas sehingga bisa meluap jika terjadi aliran material dalam jumlah besar.
“Jika material meningkat cepat, langkah paling aman adalah menutup sementara jalur sampai kondisi kembali stabil,” kata dia.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















