TUGU, TRENGGALEK - Penanganan pasca runtuhan batu yang mengenai mobil pengendara di jalur Trenggalek–Ponorogo Kilometer 16 masih terus berlangsung. Hingga kini, tim gabungan masih memprioritaskan pengecekan kondisi tebing bagian atas yang dinilai rawan longsor sebelum jalur dibuka kembali.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Jawa Timur, Endhy Aktony, mengatakan proses penanganan saat ini masih berada pada tahap asesmen keamanan.
“Dari tim Basarnas mau memastikan dulu untuk daerah atas itu apakah masih bisa dilewati atau tidak,” ujarnya.
Menurut Endhy, langkah awal yang dilakukan adalah pelaporan kondisi lapangan sekaligus menyiapkan skema penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
“Untuk penanganan pertama kemarin sudah kami laporkan ke pimpinan, baik untuk penanganan sementara maupun permanennya,” jelasnya.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan guna mempercepat proses penanganan. Pemerintah daerah disebut turut mendukung dengan menyiapkan surat resmi sebagai bagian dari langkah lanjutan.
“Dari pihak Pemda juga akan berkirim surat untuk mendukung penanganan ini,” paparnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga mendorong agar usulan penanganan yang telah diajukan sejak awal kejadian segera direalisasikan.
“Saya tadi sempat berkoordinasi untuk mendorong usulan yang sudah kita ajukan sejak awal kejadian,” katanya.
Endhy menegaskan, kondisi tebing di lokasi masih belum stabil sehingga berpotensi terjadi longsor susulan, bahkan saat cuaca normal.
“Karena kita tahu kondisi di lapangan, saat hujan bisa longsor, bahkan tidak hujan pun bisa terjadi longsor,” ungkapnya.
Untuk sementara, jalur masih ditutup sambil menunggu hasil akhir pengecekan tim gabungan. Pembukaan akses akan dilakukan setelah dipastikan aman bagi pengguna jalan.
“Untuk sementara ini, tim masih memastikan apakah di atas itu sudah aman dan bisa dilewati kendaraan atau belum,” katanya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















