Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Rumah Perempuan di Pendopo Trenggalek, Ruang Aman Korban Kekerasan Kini Mudah Diakses

Pemkab Trenggalek siapkan Rumah Perempuan di Pendopo sebagai layanan terpadu bagi korban kekerasan dan warga rentan.

Poin Penting

  • Pemkab Trenggalek hadirkan Rumah Perempuan di Pendopo
  • Layanan terpadu mudahkan akses bantuan sosial bagi warga rentan
  • Korban kekerasan bisa langsung dapat pendampingan dan perlindungan

TRENGGALEK - Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek untuk menegaskan komitmen terhadap perlindungan perempuan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan layanan terpadu di kawasan Pendopo Trenggalek, termasuk “Rumah Perempuan” sebagai ruang aman bagi korban kekerasan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyebut fasilitas ini bisa langsung diakses oleh warga yang membutuhkan bantuan, terutama penyintas kekerasan.

“Di pendopo itu ada rumah perempuan. Kalau ada penyintas atau yang merasa menjadi korban, bisa menghubungi nomor 0822 333 43800,” ujar Arifin.

Menurut Arifin, kawasan pendopo kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi dikembangkan menjadi “rumah rakyat” yang mengintegrasikan berbagai layanan sosial dalam satu lokasi.

Di bagian utara pendopo terdapat Rumah Perempuan, sementara di sisi selatan tersedia Posko Gertak yang melayani berbagai persoalan sosial masyarakat.

Melalui konsep ini, warga—terutama kelompok rentan—bisa lebih mudah mengakses bantuan, mulai dari penanganan kemiskinan, jaminan sosial, hingga layanan pendidikan dan kesehatan.

“Warga miskin yang selama ini belum terakses layanan bisa dilayani di situ,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, layanan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga dihadirkan di lokasi yang sama untuk memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat.

“Harapan kami tidak ada satu pun warga Trenggalek yang tidak memiliki jalan untuk mendapatkan akses pelayanan,” tegasnya.

Arifin mencontohkan, keberadaan layanan tersebut sudah dirasakan manfaatnya oleh warga. Salah satunya seorang penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang selama 12 tahun mengalami penderitaan.

Setelah melapor, korban langsung mendapatkan pendampingan sesuai prosedur hingga kondisi hidupnya berangsur membaik.

“Alhamdulillah sekarang beliau merasa hidupnya lebih bercahaya, ada secercah sinar,” ungkapnya.

Keberadaan Rumah Perempuan dan layanan terpadu ini menjadi salah satu upaya Pemkab Trenggalek untuk memastikan perlindungan dan akses layanan bagi perempuan serta kelompok rentan semakin terbuka.

Kabar Trenggalek - Sosial

Editor: Zamz