Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Fortuner Tertimpa Batu Raksasa di Jalur Trenggalek–Ponorogo, Sopir Selamat dari Maut

TUGU, TRENGGALEK - Jalur Trenggalek–Ponorogo lagi-lagi bikin deg-degan. Bukan macet, tapi ancaman longsor yang datang tanpa aba-aba, Kamis pagi (16/04/2026), sebuah mobil SUV harus “adu keras” dengan batu raksasa yang tiba-tiba jatuh dari tebing di kawasan Tugu.

Perjalanan pagi di jalur utama Trenggalek–Ponorogo berubah jadi momen menegangkan. Sebuah Toyota Fortuner yang melintas di kilometer 16, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, mendadak tertimpa batu besar yang ambrol dari tebing.

Batu dengan diameter sekitar 1,5 meter itu menghantam bagian depan kendaraan hingga ringsek cukup parah. Beruntung, pengemudi atas nama Eko Priyono, warga Tulungagung, selamat dari insiden tersebut.

Kanit Kamsel Polres Trenggalek, Aiptu Yono, menyebut kejadian berlangsung sangat cepat tanpa tanda-tanda sebelumnya.


“Pengemudi selamat, hanya mengalami syok. Tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Yang bikin khawatir, titik lokasi ini memang sudah dikenal rawan. Tebing di sepanjang jalur tersebut punya karakter tanah dan batuan yang labil. Bahkan, longsor bisa terjadi tanpa harus menunggu hujan turun.


Pasca kejadian, akses utama Trenggalek–Ponorogo langsung ditutup total. Petugas gabungan bergerak cepat mengamankan lokasi sekaligus membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

ADVERTISEMENT

Untuk sementara, arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif. Tapi, khusus kendaraan besar seperti bus dan truk, diminta tidak nekat melintas. Kondisi jalur pengganti dinilai belum cukup aman untuk kendaraan bertonase berat.

Di sisi lain, pemerintah mulai mendorong solusi jangka panjang. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Jawa Timur, Endy Aktony, menyebut usulan penanganan permanen sudah diajukan.

“Kami sudah bersurat ke pimpinan untuk penanganan permanen di titik rawan ini,” jelasnya.

Namun untuk pembukaan kembali jalur, belum bisa buru-buru. Tim masih menunggu hasil asesmen dari Basarnas Trenggalek.

Jika kondisi dinyatakan aman, jalur akan dibuka bertahap dengan sistem buka-tutup.

Sebaliknya, kalau masih ada potensi longsor susulan, penutupan akan diperpanjang.


“Kontur tanah dan batuan di sini memang labil. Jadi tetap harus hati-hati meskipun cuaca terlihat aman,” tambahnya.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz