Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Angkutan Sekolah di Trenggalek Masih Mandek Beroperasi, Ini Penyebabnya

Poin Penting

  • Layanan angkutan pelajar di Trenggalek belum beroperasi hingga April 2026
  • Dishub akan lakukan survei peminatan untuk tentukan rute dan jumlah armada
  • Disiapkan 40 armada dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar

TRENGGALEK - Layanan angkutan antar jemput pelajar di Kabupaten Trenggalek hingga pertengahan April 2026 masih belum beroperasi, Rabu (15/04/2026).

Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek menyebut, penundaan ini dilakukan karena pihaknya akan menggelar survei peminatan siswa sebagai dasar penentuan jumlah armada dan rute layanan.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Trenggalek, Budi Supriyanto, mengatakan hingga saat ini layanan angkutan pelajar belum dijalankan, baik menggunakan kendaraan dinas maupun armada sewa.

"Seperti kami ketahui sampai dengan hari ini, kami belum melaksanakan untuk angkutan pelayanan pelajar, baik itu yang menggunakan kendaraan dinas kami, maupun dari angkutan pelajar sewa," jelasnya.

Budi menyebut, perubahan pola ini berbeda dari tahun sebelumnya. Jika biasanya layanan sudah berjalan sejak Maret, tahun ini Dishub memilih melakukan survei terlebih dahulu agar layanan lebih tepat sasaran.

"Jadi Insyaallah pada minggu depan akan melangsungkan survei peminatan sebagai dasar untuk memplotkan jumlah armada dan jurusan yang kami layani, tidak seperti tahun lalu," ujarnya.

"Biasanya mulai kegiatan beroperasi di Bulan Maret, akan tetapi untuk tahun ini pola kami rubah kami lakukan survei peminatan terlebih dahulu. Biar tepat sasaran dan melayani angkutan pelajar," paparnya.

Ia menambahkan, layanan angkutan pelajar nantinya tetap akan menjangkau seluruh wilayah di Trenggalek, baik kawasan kota maupun kecamatan yang jauh dari pusat kota.

ADVERTISEMENT

"Keseluruhan wilayah di Trenggalek kami layani baik di Kecamatan yang jauh dari kota maupun wilayah kota," katanya.

Dari sisi armada, Dishub Trenggalek menyiapkan total 40 unit kendaraan yang terdiri dari 4 unit kendaraan dinas dan 36 unit angkutan sewa. Anggaran untuk program ini disebut mencapai sekitar Rp1,3 miliar.

"Untuk armada yang beroperasi dari dinas kami sebanyak 4 unit dan yang dari sewa angkutan umum ada 36 unit, untuk anggaran tetap untuk angkutan pelajar kisaran 1,3 Miliar," jelasnya.

Dalam kondisi normal, layanan ini mampu mengangkut sekitar 750 hingga 800 pelajar setiap hari, meski jumlahnya bisa dinamis karena tidak semua siswa pulang menggunakan armada yang sama.

"Untuk total keseluruhan perhari 750 sampai 800 siswa, kadang anak yang paginya berangkat bareng angkutan pelajar terus siangnya tidak bareng, jadi bisa ganti anak," ujarnya.

Budi menambahkan, rute dengan jumlah penumpang tertinggi selama ini berada di wilayah Kecamatan Trenggalek, Munjungan, dan Panggul.

"Relatif sama untuk jurusan dan untuk tertinggi di wilayah kecamatan trenggalek, munjungan, dan panggul," ujar dia. 

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz