TRENGGALEK - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama di MTsN 1 Trenggalek berjalan tertib dan sesuai prosedur, Rabu (08/04/2026) lalu. Sebanyak 388 siswa kelas IX mengikuti ujian berbasis digital yang dibagi dalam tiga sesi per hari dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (09/04/2026).
Sejak pagi, siswa sudah berada di ruang ujian untuk mempersiapkan perangkat yang digunakan. Ujian dimulai pukul 07.00 WIB setelah seluruh peserta dan pengawas siap di lokasi.
Wakil Kepala Kurikulum MTsN 1 Trenggalek, Sarlim, menyebut pelaksanaan hari pertama berjalan tanpa kendala berarti.
“Anak-anak mulai masuk ruangan pukul 06.30 untuk mempersiapkan laptop dan kebutuhan lainnya. Sekitar pukul 06.45 pengawas sudah masuk, dan pukul 07.00 ujian dimulai. Alhamdulillah berjalan sesuai prosedur dan juknis,” terang Sarlim di kantornya.
Dalam sehari, ujian dibagi menjadi tiga sesi dengan total tujuh ruang yang digunakan. Dua sesi awal diisi penuh masing-masing tujuh ruang, sementara sesi ketiga hanya menggunakan enam ruang, menyesuaikan jumlah peserta.
“Untuk sesi pertama dan kedua, masing-masing menggunakan tujuh ruang penuh dengan kapasitas maksimal 20 siswa per ruang. Sedangkan sesi ketiga hanya enam ruang, menyesuaikan jumlah total siswa kelas IX sebanyak 388 anak,” jelasnya.
Untuk menjaga objektivitas, pengawasan dilakukan secara silang dengan melibatkan guru dari MTs lain di Kabupaten Trenggalek.
Pihak sekolah mengaku sudah menyiapkan pelaksanaan TKA jauh hari, termasuk koordinasi penggunaan perangkat ujian berbasis laptop. Tidak semua siswa diwajibkan membawa perangkat sendiri karena sekolah juga menyediakan fasilitas bagi yang membutuhkan.
“Kami sudah melakukan koordinasi sekitar satu bulan sebelumnya. Siswa juga sudah kami kumpulkan untuk sosialisasi, pembagian ruang, hingga pengaturan penggunaan laptop, apakah membawa sendiri atau berbagi,” terang Sarlim.
Sekolah juga menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kendala teknis, mulai dari simulasi hingga perangkat cadangan.
“Bagi siswa yang tidak memiliki laptop, sekolah sudah menyediakan. Termasuk kami siapkan cadangan jika terjadi gangguan teknis, sehingga semua kebutuhan siswa bisa terpenuhi,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, TKA hanya menguji dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Hasil ujian nantinya akan diterbitkan dalam bentuk sertifikat nilai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Nilai tersebut menjadi salah satu komponen dalam seleksi masuk jenjang berikutnya.
“Nilai TKA akan menjadi salah satu komponen dalam jalur prestasi akademik. Dalam juknis penerimaan siswa baru, sekitar 40 persen berasal dari nilai TKA, sedangkan 60 persen dari rata-rata nilai rapor,” terang Sarlim.
Selain kesiapan teknis, sekolah juga melibatkan orang tua untuk mendukung siswa selama proses ujian berlangsung.
“Kami beberapa kali mengumpulkan wali murid untuk memberikan pemahaman pentingnya TKA. Harapannya, selain dari guru di sekolah, orang tua juga memberikan motivasi dan dukungan kepada anak-anak di rumah,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Pendidikan
Editor: Zamz








.jpeg)












