KBRT - Pecel mungkin bisa ditemukan di hampir seluruh sudut Jawa Timur, mulai dari Madiun yang legendaris hingga Kediri yang khas dengan sambal tumpangnya. Namun, bagi masyarakat Trenggalek, pecel bukan sekadar sayuran yang disiram bumbu kacang. Di sini, ada sebuah varian unik yang menjadi primadona sarapan, yaitu Punten Pecel.
Jika kalian berkunjung ke Trenggalek, kalian akan mengetahui bahwa nasi, seringkali digantikan oleh punten. Lantas, apa yang sebenarnya membedakan Punten Pecel Trenggalek dengan pecel lainnya?
Daftar Isi [Show]
Perbedaan Punten Pecel Trenggalek dengan Pecel Lainnya
Bagi orang awam, melihat punten mungkin akan mengira sebagai jadah atau uli. Namun, begitu menyentuh lidah, sensasi gurih dan tekstur lembutnya akan langsung terasa berbeda. Berikut adalah analisis mendalam mengenai keunikan Punten Pecel khas Trenggalek.
Rahasia Bahan Utama
Perbedaan paling mencolok terletak pada bahan dasarnya. Jika pecel Madiun atau Blitar menggunakan nasi putih hangat, pecel Trenggalek menggunakan Punten itu sendir.
Punten dibuat dari beras yang dimasak dengan santan kental, daun salam, dan garam. Setelah matang, nasi tersebut ditumbuk selagi panas hingga teksturnya halus dan padat (lembut), lalu diiris kotak-kotak.
Karena dimasak dengan santan, punten memiliki rasa dasar yang sangat gurih, berbeda dengan nasi putih yang cenderung netral.
Karakteristik Bumbu Kacang
Rahasia kedua, terletak pada racikan bumbunya. Pecel Trenggalek cenderung memiliki karakter bumbu kacang yang lebih halus dan tekstur yang lebih cair dibandingkan pecel Blitar yang cenderung kental dan berminyak.
Bumbu pecel Trenggalek menonjolkan aroma daun jeruk dan kencur yang segar. Rasa manis dari gula merahnya tidak terlalu dominan, sehingga memberikan ruang bagi rasa gurih punten untuk tetap terasa.
Umumnya, pecel di Trenggalek disajikan dengan tingkat pedas yang sedang, membuatnya sangat cocok sebagai menu sarapan yang nyaman di perut.
Sayuran Hijau dan Kulupan Segar
Trenggalek dikelilingi oleh pegunungan dan lahan pertanian yang subur. Hal ini mempengaruhi variasi sayuran atau kulupan yang digunakan.
Selain bayam dan tauge, pecel Trenggalek sering kali menggunakan daun singkong, kembang turi, hingga kenikir yang memberikan aroma earthy yang khas. Sayuran ini direbus dengan tingkat kematangan yang pas, sehingga tetap memberikan sensasi crunchy saat berpadu dengan punten yang lembut.
Pelengkap Wajib
Pecel di daerah lain mungkin identik dengan lempeng (kerupuk gendar). Di Trenggalek, Punten Pecel biasanya ditemani oleh Rempeyek kacang atau teri yang sangat tipis dan renyah. Selain itu, olahan ini juga sering dibarengi dengan tempe goreng khas Trenggalek yang biasanya dibalut tepung tipis dan digoreng garing.
Mengapa Punten Pecel Begitu Ikonik?
Rahasia keunikan Punten Pecel Trenggalek, ada pada tekstur yang kontras. Saat kalian pertama kali memakan Punten Pecel, kalian akan merasakan kelembutan punten yang gurih, kesegaran kulupan yang renyah, dan siraman bumbu kacang yang aromatik.
Tekstur punten yang padat juga membuat rasa kenyangnya bertahan lebih lama, sangat cocok untuk masyarakat Trenggalek yang dikenal pekerja keras.
Tips Menikmati Punten Pecel di Trenggalek
Cari di Pagi Hari: Punten pecel adalah primadona sarapan. Biasanya penjual sudah mulai menjajakannya sejak pukul 06.00 WIB di area sekitar Pasar Pon atau Alun-Alun Trenggalek.
Minta Pincuk: Untuk pengalaman yang lebih otentik, mintalah disajikan menggunakan daun pisang yang dipincuk. Aroma daun pisang yang terkena panas bumbu pecel akan menambah nafsu makan kalian.
Jangan Lupa Kerupuk: Padukan dengan kerupuk pasir (kerupuk upil) untuk sensasi makan yang lebih meriah.
Kabar Trenggalek - Trenggalekpedia
Editor: Zamz



















