TRENGGALEK - Kelangkaan LPG 3 kilogram sempat ramai dibicarakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek. Beberapa warga mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut di tingkat pengecer, terutama di wilayah selatan. Menanggapi kabar tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan stok LPG subsidi di Trenggalek masih dalam kondisi aman.
Melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, perusahaan menyebut distribusi LPG di pangkalan resmi tetap berjalan normal.
"Setelah dilakukan pengecekan, penyaluran berjalan lancar dan normal di semua pangkalan resmi Pertamina. Terjadi lonjakan permintaan menjelang Idul Fitri, namun di pangkalan stok masih tersedia dengan rata-rata distribusi 26 ribu tabung per hari kepada 796 pangkalan di Kabupaten Trenggalek," terang Ahad.
Informasi sebelumnya menyebut warga di beberapa kecamatan seperti Panggul, Pule, dan Dongko mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 kg. Kondisi itu disebut dipicu meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi tersebut, Pertamina menyiapkan tambahan distribusi atau extra dropping di wilayah yang dilaporkan mengalami peningkatan permintaan.
"65 ribu tabung akan disalurkan sebagai tambahan diluar penyaluran reguler. Tambahan ini akan dioptimalkan untuk penguatan stok pangkalan di tiga titik kecamatan terlapor," lanjutnya.
Pertamina juga menyebut koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Di sisi lain, masyarakat diimbau membeli LPG 3 kg langsung di pangkalan resmi agar harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan produk yang diterima sesuai standar.
Untuk informasi layanan maupun pengaduan terkait produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi layanan pelanggan di nomor 135.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz





















