Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Kacang Hijau Lokal Hilang dari Pasar, Pedagang Trenggalek Bergantung Impor

Kacang hijau lokal di Pasar Basah Trenggalek kosong. Pedagang kini hanya jual impor dengan harga yang terus naik.

Poin Penting

  • Kacang hijau lokal kosong di Pasar Basah Trenggalek
  • Pedagang kini bergantung pada pasokan impor dengan harga lebih tinggi
  • Distribusi tersendat disebut jadi penyebab utama kenaikan harga

TRENGGALEK - Kacang hijau lokal mendadak “menghilang” dari Pasar Basah Trenggalek. Dalam beberapa waktu terakhir, pedagang mengaku hanya bisa menjual kacang hijau impor, di tengah harga yang terus merangkak naik.

Kondisi ini bukan sekadar soal kenaikan harga, tapi juga keterbatasan pasokan yang membuat pilihan di pasar makin sempit.

Salah satu pedagang sembako, Rini, menyebut saat ini stok kacang hijau lokal sudah tidak tersedia sama sekali. Pedagang terpaksa mengandalkan pasokan impor untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

“Kacang hijau naik terus, Mas. Yang lokal kosong, yang ada hanya impor untuk capar dan bubur,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, harga kacang hijau lokal terakhir sempat berada di angka Rp20 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp18 ribu. Namun saat ini, stok tersebut sudah habis di pasaran.

Sementara itu, kacang hijau impor juga tidak luput dari kenaikan harga. Untuk jenis umum, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp30 ribu.

ADVERTISEMENT

Kenaikan lebih terasa pada jenis tertentu, seperti kacang hijau untuk kebutuhan capar. Harga yang sebelumnya di angka Rp38 ribu hingga Rp39 ribu, kini menyentuh Rp43 ribu per kilogram.

Menurut Rini, situasi ini dipicu oleh seretnya pasokan dari luar daerah. Distribusi yang tidak lancar membuat barang sulit masuk ke pasar.

“Pasokan tidak ada, barang dari luar juga tidak masuk,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, pedagang dan pembeli sama-sama terdampak. Keterbatasan stok membuat harga sulit ditekan, sementara kebutuhan tetap berjalan seperti biasa.

Bagi pelaku usaha kecil, terutama yang bergantung pada kacang hijau sebagai bahan baku, situasi ini bisa jadi tantangan baru karena biaya produksi berpotensi ikut naik.

Kabar Trenggalek - Ekonomi

Editor: Zamz