TRENGGALEK - Dua dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek resmi disuspend atau dibekukan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil setelah muncul sejumlah keluhan terkait kualitas makanan yang diterima siswa.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, menyebut dua dapur yang disanksi tersebut adalah SPPG Yayasan Ar Rahman di Tasikmadu, Watulimo, dan SPPG Yayasan Al Mursyid di Desa Ngetal, Pogalan.
“Ada 2 yg di suspend. SPPG Yayasan Ar Rahman, Tasikmadu Watulimo, dan SPPG Yayasan Al Mursyid, Desa Ngetal, Pogalan,” ujarnya.
Menurutnya, mekanisme pengawasan MBG dilakukan secara berlapis, termasuk melibatkan masyarakat. Jika ditemukan penyimpangan, laporan akan diteruskan ke BGN untuk ditindaklanjuti.
“Pengawasan dilakukan bertingkat termasuk oleh masyarakat. Penyimpangan dalam pengelolaan MBG dilaporkan ke BGN, setelah diberikan peringatan, jika diabaikan BGN memberikan sanksi,” jelas Sunarto.
Dari catatan tim redaksi, keluhan terhadap program MBG ini sebelumnya sempat mencuat di dua lokasi tersebut. Di SPPG Al Mursyid Ngetal, misalnya, siswa dari jenjang TK hingga MI dilaporkan menerima menu pentol balado yang mengeluarkan bau tidak sedap pada Senin (09/03/2026).
Sementara di SPPG Ar Rahman Tasikmadu, keluhan datang dari orang tua siswa.Salah satu wali murid berinisial RMD mengaku anaknya tidak memakan paket MBG yang dibawa pulang.
“Iya pada Sabtu kemarin anak saya mendapatkan MBG dari SPPG Ar Rahman Tasikmadu, Watulimo, sampai di rumah tidak di makan, karena tidak suka dengan menu yang disajikan,” katanya.
Meski dua dapur disuspend, Satgas MBG memastikan layanan kepada siswa tetap diupayakan tidak terganggu. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga telah melakukan langkah pembinaan agar dapur tersebut bisa kembali beroperasi.
“Satgas dengan instansi terkait telah melakukan upaya agar tidak terdampak pada sasaran, pembinaan berkala serta mendorong agar bisa operasional kembali serta selalu mematuhi aturan yg ada,” imbuh Sunarto.
Kasus ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program MBG di Trenggalek, terutama terkait pengawasan kualitas makanan yang langsung dikonsumsi oleh anak-anak.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















