TRENGGALEK - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Trenggalek mulai menunjukkan arah bisnisnya. Dari berbagai rencana usaha, sektor sembako diprediksi bakal jadi yang paling dominan karena dinilai paling dibutuhkan masyarakat dan punya pasar luas di tingkat desa.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, menyebut pengembangan koperasi tidak dibatasi hanya pada lima jenis gerai yang selama ini sering disebut pemerintah. Desa diberi ruang untuk menyesuaikan usaha dengan potensi masing-masing.
“Gerai pergudangan, gerai apotek, dan gerai simpan pinjam serta gerai-gerai lain yang sesuai potensi daerah sesuai desa masing-masing punya potensi apa silahkan dilakukan. Jadi tidak sebatas diamanatkan pemerintah hanya 5 gerai itu, tapi sesuai potensi masing-masing dan tentu mendahului dengan analisa bisnis,” ujarnya.
Saniran menegaskan, tidak semua desa harus membuka lima gerai tersebut. Penentuan jenis usaha dilakukan berdasarkan kebutuhan paling mendesak di masing-masing wilayah.
“5 gerai ndak wajib dan melihat sesuai dengan potensi desa mana yang lebih urgent,” katanya.
Namun dari berbagai potensi yang ada, sektor sembako disebut paling kuat di Trenggalek. Hal ini karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus melibatkan sektor pangan, pertanian, hingga perdagangan.
“Paling banyak kalau potensi di Trenggalek sembako, karena mencangkup hajat hidup orang banyak, sektor pangan, pertanian, perdagangan, maka sembako menjadi andalan dari masing-masing gerai,” jelasnya.
Selain sembako, gerai apotek juga dinilai penting, terutama untuk memperluas akses layanan kesehatan di wilayah yang jauh dari fasilitas medis.
“Disisi lain gerai apotek juga penting dalam rangka jangkauan masyarakat terutama di daerah terpencil,” imbuh Saniran.
Saat ini, pengembangan Kopdes Merah Putih di Trenggalek masih dalam tahap awal. Proses legalitas sudah rampung, dan kini masuk tahap pembangunan serta penyediaan sarana prasarana untuk operasional.
“Target kopdes saat ini sudah dalam pendirian, tahap pertama legalitas sudah selesai, tahap dua pembangunan dan penyediaan sarana prasarana untuk persiapan operasional,” terangnya.
Ia menambahkan, progres pembangunan terus berjalan. Hingga pertengahan Maret, sudah ada belasan koperasi yang mulai dibangun, dan jumlahnya terus bertambah.
“Pembangunan per Maret 14, hari ini nambah 1 lagi,” katanya.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz



















