TRENGGALEK - Lonjakan harga komoditas plastik bikin pedagang di Pasar Basah Trenggalek, bikin geleng-geleng kepala. Kenaikan yang mulai terasa sejak usai lebaran itu ternyata belum juga turun sampai sekarang, bahkan angkanya melonjak jauh dari biasanya.
Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena kenaikannya dinilai tidak wajar. Jika sebelumnya harga hanya naik tipis sekitar Rp500 sampai Rp1.000, kini justru tembus puluhan ribu rupiah untuk beberapa jenis plastik.
Salah satu pedagang plastik, Catur Hermanto, menyebut kenaikan kali ini jadi yang paling tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hampir semua jenis plastik yang ia jual ikut terdampak.
“Kenaikan kali ini sampai puluhan ribu, beda jauh dari biasanya,” ujarnya.
Ia membeberkan, harga plastik kresek yang sebelumnya Rp36 ribu per ikat kini melonjak menjadi Rp65 ribu. Sementara gelas cup plastik naik dari Rp13 ribu menjadi Rp24 ribu per slop.
“Harga sterofoam juga ikut mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp39 ribu, kini menjadi Rp45 ribu per paket,” turutnya.
Kenaikan harga ini memaksa pedagang menaikkan harga jual ke konsumen. Namun di sisi lain, kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat.
Menurut Catur, lonjakan harga diduga dipicu meningkatnya permintaan saat momen Lebaran yang belum sepenuhnya normal hingga sekarang. Selain itu, distribusi barang dari pemasok juga disebut belum stabil.
Faktor lain seperti biaya produksi dan bahan baku turut memperparah kenaikan harga di tingkat pasar.
Dampaknya mulai terasa di kalangan pembeli. Sebagian memilih mengurangi pembelian, bahkan ada yang beralih mencari alternatif lain yang lebih murah.
Para pedagang berharap harga plastik segera kembali stabil agar aktivitas jual beli di pasar bisa kembali normal seperti sebelumnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















