TRENGGALEK - Kabar baik datang dari sektor pertanian di Trenggalek. Produksi gabah tahun 2026 diprediksi mengalami peningkatan, seiring kondisi panen yang dinilai cukup baik oleh Dinas Pertanian dan Pangan setempat.
Hingga awal April 2026, proses panen sudah berjalan sekitar 34 persen dari total estimasi luas lahan panen mencapai 28 ribu hektare.
Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Purwanto, menyebut sejauh ini hasil panen menunjukkan tren positif.
“Insya Allah kondisi panennya baik. Perkiraan luas 28 ribu ha, sampai sekarang baru 34 % atau 9.700 an ha. Data tiga tahun terakhir rata-rata 26,9 ribu ha,” ujarnya.
Ia menjelaskan, luas panen tahun ini juga lebih tinggi dibanding rata-rata tiga tahun terakhir yang berada di kisaran 26,9 ribu hektare.
Dari sisi kendala, angka gagal panen relatif sangat kecil. Tercatat hanya sekitar 2 hektare yang terdampak bencana alam, sementara serangan hama yang menyebabkan puso nihil.
“Upaya peningkatan panen dengan meningkatkan indek pertanaman,” tambahnya.
Jika melihat tren produksi, hasil gabah di Trenggalek sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 produksi tercatat sekitar 134 ribu ton, turun sedikit menjadi 131 ribu ton di 2024, lalu melonjak signifikan di 2025 hingga 184 ribu ton.
Dengan kondisi panen saat ini, pemerintah daerah optimistis capaian produksi 2026 bisa kembali meningkat.
"Untuk puncak panen raya, diperkirakan akan terjadi pada akhir April hingga awal Mei 2026," tutur dia.
Sementara itu, harga gabah tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat, di mana pembelian dilakukan oleh Bulog sesuai ketentuan yang berlaku.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz





















