Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Upgrade Bisnis, LPS Latih UMKM Trenggalek Kelola Uang dan Hindari Jebakan Finansial

LPS gelar literasi keuangan di Trenggalek, dorong UMKM lebih cerdas kelola keuangan dan waspada investasi ilegal.

Poin Penting

  • LPS edukasi UMKM Trenggalek soal manajemen keuangan bisnis
  • Pelaku usaha diminta waspada investasi ilegal dan pinjaman online
  • Legalitas usaha dan pengelolaan keuangan jadi kunci UMKM naik kelas

TRENGGALEK - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turun langsung mengedukasi pelaku UMKM Trenggalek soal pentingnya manajemen keuangan bisnis. Kegiatan literasi keuangan ini menyoroti masih banyaknya pelaku usaha yang belum optimal dalam mengatur keuangan, bahkan rentan terjebak investasi ilegal.

Perwakilan Kepala Kantor LPS II Surabaya, Bambang Samsul Hidayat, mengatakan materi yang disampaikan tidak hanya mengenalkan peran LPS, tetapi juga memperkuat pemahaman pelaku UMKM terkait pengelolaan keuangan yang sehat.

“Kami Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) jadi materi yang kami sampaikan lebih kepada pengenalan apa itu LPS, kami menambahkan informasi tentang pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Ia menyebut, UMKM merupakan pilar penting dalam ekonomi, namun masih kerap menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan. Padahal, kemampuan mengatur keuangan menjadi kunci untuk mengembangkan usaha.

“Kami ketemu dengan teman-teman UMKM yang menjadi pilar ekonomi penting, selama ini mungkin mengalami sedikit permasalahan soal pengelolaan keuangan, jadi materi kami seputar itu,” lanjutnya.

Menurut Bambang, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berdampak pada usaha masing-masing, tetapi juga berpengaruh pada pergerakan ekonomi secara luas. 

Ia menjelaskan, kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan akan mendorong peningkatan simpanan di perbankan, yang kemudian disalurkan kembali ke sektor produktif.

“Jadi logikanya begini, pada saat LPS hadir tujuan kami meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada dunia perbankan dan sistem keuangan,” katanya.

“Demikian juga perbankan memiliki dana untuk disalurkan, fungsi intermediasi itu berjalan dan diberikan kepada sektor produktif maka siklus ekonomi juga akan mengikuti,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, LPS juga menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap investasi yang aman. Berdasarkan temuan di lapangan, tidak hanya mahasiswa, pelaku UMKM juga rentan terhadap tawaran investasi ilegal.

ADVERTISEMENT

“Didunia UMKM kami punya keyakinan, karena kami keliling di banyak tempat, ternyata banyak bukti orang yang belum paham soal investasi yang baik dan bijak,” jelas Bambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, mengapresiasi kegiatan literasi keuangan dari LPS. Ia menilai edukasi tersebut melengkapi program pembinaan yang selama ini sudah berjalan.

“Kami ucapkan terimakasih kepada LPS, tentang edukasi dan literasi keuangan, kami hanya menambahkan saja dan menguatkan, karena kami sering melakukan kepada mereka pelaku UMKM soal digilaisasi, manajemen dan pemasaran,” ujarnya.

Saniran juga mengingatkan pentingnya legalitas usaha bagi UMKM agar bisa berkembang lebih besar.

“Kami selalu menghimbau kepada mereka untuk mengurus standarisasi legalisasi, mulai PIRT, Halal, NIB, SNI, dan HAKI, supaya mereka bisa naik kelas,” katanya.

Ketua Asosiasi UMKM Trenggalek, Muhammad Sulhan, menilai kegiatan ini memberi dampak langsung bagi pelaku usaha, terutama dalam hal pencatatan keuangan dan akses permodalan.

“Dengan adanya kegiatan dari LPS, sangat bermanfaat untuk UMKM terkait dengan laporan keuangan, dan permodalan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam mengelola keuangan, termasuk saat berhadapan dengan investasi maupun pinjaman online.

“Tadi disampaikan soal pengelolaan keuangan wajib hati-hati, kemudian disampaikan soal investasi, dan terkait dengan pinjaman online,” ujarnya. 

Kabar Trenggalek - Ekonomi

Editor: Zamz