Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Jambangan Bertulis Tahun 1090 Ditemukan di Trenggalek, Diduga Lebih Tua dari Prasasti Kamulan

Temuan jambangan batu berinskripsi tahun 1168 M di Trenggalek diduga lebih tua dari Prasasti Kamulan dan membuka jejak sejarah era klasik.

Poin Penting

  • ODCB berupa jambangan batu ditemukan di area BPR Jwalita Trenggalek
  • Memiliki inskripsi angka tahun 1090 Saka atau 1168 Masehi
  • Diduga berkaitan dengan aktivitas religius era Kerajaan Kadhiri

TRENGGALEK - Penemuan objek diduga cagar budaya (ODCB) berupa jambangan batu berinskripsi angka tahun di Kabupaten Trenggalek membuka kazanah baru penelusuran sejarah daerah. Benda yang ditemukan di halaman samping Kantor BPR Jwalita Trenggalek itu diperkirakan berasal dari tahun 1090 Saka atau setara 1168 Masehi, atau sekitar 20 tahun lebih tua dibanding Prasasti Kamulan.

Pendataan dan identifikasi dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek bersama komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek (PESAT) dan Lingkar Studi Sejarah Trenggalek (Laskar Mpu Sindok) pada Rabu (08/04/2026) lalu.

Pamong Budaya Bidang Kebudayaan Disparbud Trenggalek, Heru Dwi Susanto, menjelaskan bahwa objek yang ditemukan berupa jambangan air berbahan batu andesit dengan ukuran cukup besar. Diameter jambangan mencapai 42 sentimeter, dengan ketebalan luar 14 sentimeter dan ketebalan dalam 8 sentimeter.

Selain itu, kedalaman benda sekitar 42,5 sentimeter, diameter total 70 sentimeter, diameter hamparan 50 sentimeter, serta tinggi total 46 sentimeter.

tulisan-tahun-saka-dalam-jambangan-yang-ditemukan-di-trenggalek.jpg
Tahun saka berbentuk timbul di jambangan tertulis 1090 atau 1168 Masehi. KBRT/Zamz

“Kalau ini 1168 Masehi, kalau prasasti kamulan itu 1194 artinya ini kisaran 20 tahun lebih tua, temuan ini cukup menarik, karena di Trenggalek sendiri selama sejarah di jumpai temuan dalam era klasik ini ada Inskripsinya, seperti prasasti kamulan yang ada tahunnya, ada prasasti watu gurit, di Jombok, Pule yang ada Inkripsinya,” ujar Heru.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, secara tipologi, jambangan batu semacam ini lazim ditemukan di kompleks peribadatan Hindu pada masa klasik.

Menariknya, pada permukaan jambangan ditemukan inskripsi menggunakan aksara Jawa Kuno dengan bentuk huruf bergaya kuadrat (timbul). Inskripsi tersebut memperkuat dugaan bahwa benda ini berasal dari periode klasik.

"Jika dikaitkan dengan temuan prasasti di wilayah Kediri, tahun 1168 Masehi berada pada masa pemerintahan Sri Sarweswara, raja dari Kerajaan Kadhiri. Temuan ini membuka peluang kajian lebih lanjut terkait hubungan historis Trenggalek dengan pusat peradaban pada masa itu," ujarnya.

Disparbud Trenggalek menyebut, kegiatan identifikasi ini menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian sekaligus pengungkapan nilai sejarah yang terkandung dalam benda tersebut. 

Kabar Trenggalek - Sosial

Editor: Zamz