Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Jejak Peradaban Lama Muncul di Kelutan, Tiga Benda Bersejarah Dievakuasi

Disparbud Trenggalek mengevakuasi tiga objek diduga cagar budaya di Kelutan, termasuk Yoni era klasik, untuk menjaga kelestarian dan kajian lanjutan.

Poin Penting

  • Tiga ODCB dievakuasi dari Kelurahan Kelutan pada 13 Februari 2026.
  • Salah satu temuan berupa Yoni yang diduga peninggalan era klasik Hindu-Buddha.
  • Disparbud belum menyimpulkan adanya struktur candi, kajian lanjutan masih berjalan.

KBRT - Tiga objek diduga cagar budaya (ODCB) diamankan dari area permukiman warga di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, Jumat (13/02/2026). Evakuasi dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek setelah monitoring menemukan kondisi benda kurang terawat serta adanya permintaan dari pemilik lahan.

Pamong Budaya Bidang Kebudayaan Disparbud Trenggalek, Heru Dwi Susanto, menyebut langkah ini diambil untuk memastikan kelestarian benda bersejarah tersebut tetap terjaga.

"Sebenarnya ini adalah temuan lama. Namun, berdasarkan hasil monitoring terakhir, kondisinya sangat tidak terawat. Atas dasar itulah, dan didorong permintaan pemilik rumah atau lahan, kami memutuskan untuk mengevakuasi benda-benda tersebut agar kelestariannya lebih terjamin," ujar Heru.

Tiga objek yang dipindahkan terdiri dari satu Yoni yang diduga berasal dari era klasik Hindu-Buddha, satu Lumpang Batu atau Umpak yang masih dalam tahap observasi periodisasi, serta sepasang Gilingan Kedelai/Tahu yang juga akan dikaji lebih lanjut terkait usianya.

Menurut Heru, keberadaan Yoni menjadi indikator penting adanya aktivitas manusia pada masa lampau di wilayah tersebut. Letak temuan yang tak jauh dari aliran Sungai Ngasinan dinilai memperkuat dugaan adanya jejak hunian atau aktivitas peradaban lama.

"Keberadaan benda-benda ini, terutama Yoni, menunjukkan bahwa area tersebut sudah menjadi hunian manusia atau memiliki jejak peradaban sejak masa klasik, bahkan mungkin sebelumnya. Apalagi lokasinya tidak jauh dari aliran Sungai Ngasinan yang secara historis sering menjadi pusat aktivitas masyarakat kuno," paparnya.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Disparbud belum menarik kesimpulan terkait kemungkinan adanya struktur candi atau bangunan suci di lokasi tersebut. Kajian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan konteks arkeologisnya.

"Kami belum bisa berspekulasi soal adanya struktur candi atau sejenisnya, kecuali nanti ditemukan bukti pendukung lain seperti arca atau sisa struktur bangunan," imbuhnya.

Proses pemindahan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kondisi fisik benda. Evakuasi juga melibatkan kolaborasi dengan masyarakat, termasuk komunitas sejarah lokal.

"Dalam proses evakuasi tadi, kami juga didampingi teman-teman dari komunitas sejarah dan cagar budaya, salah satunya dari PESAT (Penggiat Sejarah Trenggalek)," kata Heru.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah lokal agar temuan arkeologis tidak rusak akibat faktor lingkungan maupun aktivitas permukiman.

Kabar Trenggalek - Sosial

Editor: Zamz