KBRT - SD Inovatif Trenggalek memutuskan tidak mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026. Kebijakan itu diambil sebagai langkah sekolah dalam mendukung proses pembelajaran puasa bagi para siswa sejak dini.
Kepala SD Inovatif Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi, mengatakan keputusan tersebut sudah disampaikan kepada pihak dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekitar dua pekan sebelum Ramadan.
“Sekitar dua minggu yang lalu saya sudah menyampaikan ke bagian dapur atau SPPG bahwa MBG selama Ramadhan di SD dihentikan dulu karena kita melatih anak-anak untuk berpuasa,” ujarnya.
Menurut Ikhsan, keberadaan makanan di lingkungan sekolah saat jam belajar dikhawatirkan dapat mengganggu fokus siswa yang sedang berlatih menahan diri.
"Meskipun ya mungkin namanya latihan sampai beduk istilahnya ya. Ndak masalah yang penting latihan. Tapi kalau ada MBG itu nanti kan pasti akan mengganggu keimanan anak-anak," ungkapnya.
Ia menilai, pada hari biasa makanan di sekolah bukan persoalan. Namun dalam situasi puasa, kondisi tersebut bisa menjadi godaan bagi anak-anak yang masih dalam tahap belajar menjalankan ibadah.
“Kalau saat ramadan ada makanan, pasti akan mengganggu. Bisa saja siang itu dimakan. Itu yang menjadi keyakinan kami, sehingga kami memutuskan untuk menolak selama ramadan,” jelasnya.
Kebijakan tersebut bersifat sementara dan hanya berlaku selama bulan Ramadan. Setelah masa puasa berakhir, program MBG di SD Inovatif Trenggalek akan kembali berjalan normal seperti sebelumnya.
Terkait pemberitahuan kepada wali murid, Ikhsan menyebut belum ada surat edaran tertulis. Namun informasi penghentian sementara program sudah disampaikan secara lisan kepada sebagian orang tua siswa.
Sekolah juga mengusulkan alternatif penyaluran manfaat selama Ramadan. Salah satunya berupa pemberian dalam bentuk uang tunai yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan berbuka atau ditabung menjelang Hari Raya.
"Umpama dikasih uang Rp 15.000, Rp 10.000 untuk makan, yang Rp 5.000 untuk disimpan ditabung untuk beli baju lebaran, itu kan sangat bermanfaat. Tidak hanya di sini mungkin untuk semuanya juga akan sangat bermanfaat," jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Trenggalek, Neo Ordikla, sebelumnya menyampaikan bahwa berdasarkan instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN), layanan MBG tetap berjalan mulai Senin, 23 Februari 2026. Selama Ramadan, distribusi dilakukan dalam bentuk paket makanan sehat yang dikemas dan dikirim ke sekolah dari Senin hingga Sabtu.
BGN memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan. Sekolah yang memilih tidak menerima MBG selama Ramadan diperbolehkan, dengan ketentuan menyampaikan surat penolakan resmi serta berkoordinasi dengan SPPG setempat.
Kebijakan ini memberi ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan pelaksanaan program dengan kebutuhan dan kebijakan internal masing-masing.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















