Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Kebakaran di Trenggalek Turun pada 2025, Namun Kerugian Justru Meningkat

Jumlah kebakaran di Trenggalek menurun pada 2025 dibanding 2024, tetapi total kerugian materiil justru melonjak signifikan.

Poin Penting

  • Kasus kebakaran turun dari 86 kejadian pada 2024 menjadi 45 kejadian di 2025
  • Kerugian materiil naik dari Rp 2,35 miliar menjadi Rp 4,2 miliar
  • Kelalaian dan korsleting listrik masih jadi penyebab utama

KBRT - Jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Trenggalek sepanjang 2025 tercatat menurun hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, nilai kerugian materiil justru meningkat, menunjukkan bahwa dampak kebakaran menjadi persoalan.

Data Bidang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek mencatat, pada 2024 terjadi 86 kejadian kebakaran, sementara pada 2025 jumlahnya turun menjadi 45 kejadian.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, mengatakan penurunan jumlah kejadian patut diapresiasi, namun besarnya kerugian tetap perlu menjadi perhatian bersama.

“Secara jumlah kejadian memang menurun di tahun 2025, tetapi nilai kerugian justru meningkat karena beberapa kejadian berdampak besar terhadap objek yang terbakar,” kata Wasis Widodo.

Pada 2024, kebakaran paling banyak terjadi pada bulan Oktober dengan 17 kejadian, sementara bulan Maret dan April menjadi periode terendah, masing-masing hanya dua kejadian. Kecamatan Trenggalek menjadi wilayah paling rawan dengan 26 kejadian kebakaran sepanjang tahun.

Sementara itu, pada 2025, puncak kebakaran terjadi pada bulan September dengan delapan kejadian, disusul Januari dan Agustus masing-masing lima kejadian. Wilayah Kecamatan Trenggalek masih menempati posisi teratas dengan 14 kejadian, disusul Watulimo, Gandusari, Pogalan, dan Durenan.

“Wilayah perkotaan dan kawasan dengan aktivitas padat masih menjadi titik rawan, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan aktivitas rumah tangga,” jelas Wasis.

ADVERTISEMENT

Dari sisi dampak, tahun 2024 mencatat lima korban kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp2.351.350.000. Sebaliknya, pada 2025 tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materiil melonjak hingga sekitar Rp4.201.150.000.

Objek yang terbakar pada 2024 didominasi rumah tinggal, tempat usaha, serta hutan dan lahan. Sedangkan pada 2025, kebakaran banyak terjadi pada tempat usaha, rumah, serta panel dan kabel listrik.

“Tidak adanya korban jiwa di 2025 patut disyukuri, tetapi nilai kerugian yang besar menunjukkan perlunya upaya pencegahan yang lebih serius,” ujarnya.

Dalam hal penanganan, Damkar Trenggalek mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Dari 45 kejadian kebakaran, sebanyak 29 layanan berhasil ditangani dengan response time maksimal 15 menit, dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 64,44 persen.

Selain itu, 44 kejadian berhasil dikendalikan dengan tingkat keberhasilan mencapai 98 persen.

“Kami terus berupaya meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana dan kondisi lapangan,” ujar dia. 

Kabar Trenggalek - Trenggalekpedia

Editor: Zamz