Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Muhammadiyah Trenggalek Mulai Puasa Ramadan 18 Februari

Jemaah Muhammadiyah Trenggalek Melangsungkan Puasa Pertama 18 Februari

KBRT - Trenggalek sudah terasa vibes Ramadannya. Bagi warga yang mengikuti keputusan Muhammadiyah, Rabu, 18 Februari 2026 resmi jadi hari pertama puasa. Artinya, Selasa malam (17/02/2026) sudah mulai tarawih perdana.

Penetapan itu bukan keputusan dadakan. Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yakni perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan hijriah secara presisi. Jadi tanggalnya sudah bisa diprediksi jauh hari.

Ketua Takmir Masjid At Taqwa, Nanang Eko Nur Cahyanto, menjelaskan bahwa jamaah di Masjid At Taqwa langsung mengikuti keputusan tersebut.

“Karena Muhammadiyah menetapkan 18 Februari sebagai awal Ramadan, maka malam ini sudah tarawih dan besok mulai puasa pertama. Kita pakai metode hisab, jadi tanggalnya memang sudah bisa dihitung sejak awal,” terangnya.

Masjid At Taqwa yang berada di Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, bukan pemain baru dalam menyambut Ramadan. Sejak era 1970-an, masjid ini sudah punya tradisi kuat dalam menghidupkan bulan suci dengan kegiatan yang konsisten tiap tahun.

Salah satu yang paling ditunggu jamaah adalah buka puasa bersama. Setiap hari, pengurus masjid menyiapkan sekitar 150 hingga 200 porsi makanan untuk berbuka.

ADVERTISEMENT

“Ini sudah jadi tradisi lama. Setiap Ramadan kami siapkan ratusan porsi untuk jamaah,” kata Nanang.

Tak cuma itu. Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, jamaah juga difasilitasi untuk i’tikaf. Ada pula sahur bersama dan sesi renungan keagamaan di waktu-waktu tertentu untuk memperkuat suasana spiritual.

Menariknya lagi, pertengahan Ramadan menjadi momen berbagi untuk kaum duafa. Sekitar 200 sampai 250 bingkisan akan disalurkan. Dana kegiatan ini dihimpun dari jamaah, lalu dibagikan sekaligus diisi tausiyah dengan menghadirkan ustaz dari luar daerah.

Soal tarawih, Masjid At Taqwa tetap memberi ruang pilihan. Meski pola yang umum digunakan adalah 4-4-3, jamaah tetap ditawari secara etis.

“Kami tetap menawarkan kepada jamaah, walaupun biasanya memilih 4-4-3. Setiap pilihan tentu punya landasan masing-masing,” kata dia.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz