Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Ramadan 2026, MBG Tetap Jalan di Trenggalek: Sekolah Bebas Pilih Terima atau Tolak

Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek tetap berjalan saat Ramadan 2026. Sekolah diberi opsi menerima atau menolak dengan surat resmi.

Poin Penting

  • MBG di Trenggalek tetap berjalan mulai 23 Februari 2026 selama Ramadan.
  • Paket makanan sehat dikirim enam hari per minggu ke sekolah.
  • Sekolah boleh menolak dengan surat resmi dan koordinasi ke SPPG.

KBRT - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) tetap dijalankan di Kabupaten Trenggalek selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Namun, sekolah diberi dua pilihan: menerima atau menolak distribusi makanan dengan mekanisme resmi.

Koordinator Wilayah SPPG Trenggalek, Neo Ordikla, menyampaikan bahwa berdasarkan instruksi BGN, layanan MBG untuk siswa mulai berjalan Senin (23/02/2026).

"Mohon ijin sekedar memberikan informasi terhadap masyarakat, untuk pelayanan MBG sendiri dari Badan Gizi Nasional (BGN) ada intruksi di mulai Senin, 23 Februari 2026 itu untuk anak sekolah," ujarnya.

Neo menjelaskan, sistem pemberian dilakukan melalui paket makanan kemasan sehat yang dikirim ke masing-masing sekolah.

"Jadi sistem pemberiannya nanti akan diberikan sebuah menu berupa paket makanan kemasan sehat, jadi nanti yang setiap sekolah akan menerima paket makanan kemasan sehat, pengirimannya senin sampai hari sabtu," katanya.

Distribusi dilakukan enam hari dalam sepekan. Namun, teknis pengiriman bisa menyesuaikan kapasitas dapur penyedia.

"Jadi pemberiannya 6 hari, mungkin sistemnya bisa di rapel, kebijakan pengiriman masing-masing dapur dan sesuai kemampuannya, kalau misal merapel," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Neo, kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah Trenggalek karena merupakan arahan langsung dari BGN.

"Kalau berlaku semua trenggalek harusnya berlaku, karena arahan dari BGN," tambahnya.

Meski demikian, sekolah tidak diwajibkan menerima program tersebut selama Ramadan. Opsi penolakan tetap dibuka, terutama jika sekolah memiliki kebijakan internal, misalnya untuk mendukung siswa belajar berpuasa.

"Jadi misalkan sekolah pas MBG itu diperbolehkan tidak menerima MBG, kemarin ada beberapa informasi dengan alasan anak-anak mau belajar puasa, kalau sekolah tidak mau menerima juga diperbolehkan," ungkap Neo.

BGN, kata dia, memberikan dua opsi kepada satuan pendidikan.

"Jadi BGN memberikan dua opsi, sekolah menerima atau tidak menerima, nanti kalau tidak bersedia menerima, sekolah membuat surat penolakan, tapi saat ini belum ada, nanti penolakan bekoordinasi dengan masing-masing SPPG," paparnya. 

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz