KBRT - Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trenggalek, Neo Ordikla, angkat bicara terkait temuan buah yang diduga busuk dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Yayasan Al Mursyid, Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan. Tanggapan ini disampaikan sebagai bentuk klarifikasi atas keluhan penerima manfaat yang sebelumnya ramai diperbincangkan.
Neo membenarkan bahwa menu tersebut berasal dari SPPG Yayasan Al Mursyid dan dikirim kepada penerima manfaat pada Kamis, 13 Februari 2026. Ia menegaskan, pihak SPPG telah melakukan proses penyortiran saat bahan datang dari pemasok.
“Jadi begini, dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Mursyid Desa Ngetal, Pogalan, menyatakan menu tersebut memang benar dari sppg nya, itu dari menu kering yang dikirim ke penerima manfaat Kamis 13 Februari 2026,” ujar Neo dalam pesan teks.
“Analisis kami, SPPG juga sudah menyortir saat barang datang. karena buah tersebut bukan buah potong, jadi utk mendeteksi busuk nya juga sulit untuk dideteksi,” lanjutnya.
Menurutnya, buah yang dibagikan bukan dalam kondisi terpotong, sehingga indikasi kerusakan dari luar sulit terlihat. Meski demikian, SPPG tetap melakukan evaluasi internal menyusul laporan tersebut.
“Kemudian sppg juga telah melakukan koordinasi dengan tim divisi terkait dan akan mengevaluasi menunya, terutama dari suplayer buah tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek menuai keluhan dari salah satu penerima manfaat yang meminta identitasnya disamarkan. Ia menyebut buah jeruk dalam paket MBG dari dapur Yayasan Al Mursyid berbau dan ditemukan ulat di dalamnya.
Keluhan juga mencakup variasi menu yang dinilai kurang serta kualitas beberapa bahan makanan.
Atas laporan tersebut, Korwil SPPG Trenggalek memastikan akan melakukan evaluasi, terutama pada rantai pasok bahan baku, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















