Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

MBG Yayasan Al Mursyid Pogalan Jadi Sorotan: Buah Busuk dan Menu Monoton

Keluhan muncul dari dapur MBG Yayasan Al Mursyid di Desa Ngetal, Trenggalek. Warga sebut menu monoton dan buah diduga tak layak konsumsi.

Poin Penting

  • Warga keluhkan kualitas MBG dari dapur Yayasan Al Mursyid di Ngetal.
  • Disebut ada buah berbau dan menu yang dinilai monoton.
  • Korwil SPPG belum merespons konfirmasi media.

KBRT - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek kembali disorot. Kali ini, keluhan datang dari dapur Yayasan Al Mursyid yang berlokasi di Desa Ngetal. Seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan mengungkapkan adanya dugaan makanan dan buah yang tidak layak konsumsi.

Sukamti (Nama samara), menyebut buah jeruk yang dibagikan dalam paket MBG sudah berbau dan ditemukan ulat di dalamnya.

“Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Yayasan Al Mursyid yang berlokasi di Desa Ngetal buah jeruk sudah berbau basi didalamnya ada ulat,” katanya.

Ia juga menyoroti variasi menu yang dinilai kurang dan cenderung berulang setiap hari.

“Setiap hari masakannya itu-itu saja, tahu, tempe, telur, ayam, untuk sayur paling sering itu di tumis jagung, sawi, kubis, wortel keras dimakan, kemudian wortel tidak layak dimasak tapi tetap dipaksakan untuk masak,” ujar dia.

Menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya sudah lama dikeluhkan sejumlah wali murid. Namun banyak yang memilih diam.

ADVERTISEMENT

“Dapur Al Mursyid itu variasi menu juga kurang, sehingga banyak dikeluhkan wali murid, tapi tidak berani angkat bicara,” lanjutnya.

Sukamti juga mengaku baru saja memeriksa buah apel yang dibagikan dalam paket MBG dari dapur tersebut, dan hasilnya tidak layak konsumsi.

“Kemudian saya juga barusan memecah buah apel rapelan MBG yang berasal dari dapur Al Mursyid,” kata dia.

Keluhan ini memunculkan pertanyaan soal standar pengawasan mutu bahan pangan dan evaluasi distribusi MBG di tingkat dapur penyedia. Apalagi program tersebut menyasar anak sekolah yang membutuhkan asupan gizi layak dan aman.

Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan awak media.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz