Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

UMKM Jadi Tulang Punggung, BPR Jwalita Trenggalek Tak Bergantung pada Kredit ASN

Mayoritas kredit BPR Jwalita Trenggalek disalurkan ke pedagang pasar dan UMKM. Peran ASN sebagai debitur masih sangat kecil.

Poin Penting

  • Hampir 70 persen kredit BPR Jwalita mengalir ke sektor perdagangan dan UMKM
  • Debitur dari kalangan ASN belum mencapai 10 persen
  • Target laba 2025 diproyeksikan Rp2,67 miliar dengan setoran PAD Rp1,4 miliar

KBRT - PT BPR Jwalita Trenggalek menegaskan arah bisnisnya tetap berpijak pada sektor kerakyatan. Bank milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek ini membangun pertumbuhan usaha dengan mengandalkan pedagang pasar dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bukan dari pembiayaan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria, mengatakan sebagian besar portofolio kredit bank daerah tersebut berasal dari sektor perdagangan yang tersebar di seluruh kecamatan di Trenggalek.

“Kami menghadapi persaingan yang ketat, tetapi UMKM tetap menjadi mayoritas debitur kami. Para pedagang pasar di seluruh Trenggalek menjadi nasabah utama BPR Jwalita,” kata Dwi.

Menurutnya, hingga saat ini BPR Jwalita telah menyalurkan kredit sekitar Rp122 miliar. Dari jumlah tersebut, hampir 70 persen dialokasikan ke sektor perdagangan yang menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.

Sementara itu, kontribusi debitur dari kalangan ASN masih tergolong minim. Dwi mengakui, meskipun BPR Jwalita merupakan bank daerah milik Pemkab Trenggalek, pemanfaatan layanan kredit oleh ASN belum signifikan.

ADVERTISEMENT

“Hanya sekitar 5 persen ASN yang memanfaatkan layanan keuangan BPR Jwalita. Jumlah debitur dari kalangan ASN bahkan tidak mencapai 10 persen dari total keseluruhan,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian manajemen untuk memperluas penetrasi layanan ke segmen internal pemerintahan, sekaligus sebagai bahan evaluasi terkait tingkat literasi dan kepercayaan ASN terhadap bank daerah.

Di tengah dinamika ekonomi, BPR Jwalita tetap memasang target pertumbuhan kinerja. Manajemen optimistis laba perusahaan dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat terus meningkat.

“Target kami tahun depan harus lebih baik dari tahun ini. Kami optimistis BPR Jwalita terus tumbuh dan setoran PAD meningkat setiap tahun,” tegas Dwi.

Saat ini, BPR Jwalita mengelola modal lebih dari Rp20 miliar, dengan kepemilikan saham Pemkab Trenggalek mencapai 98,64 persen. Pada 2025, manajemen menargetkan laba sekitar Rp2,67 miliar, dengan estimasi setoran PAD sebesar Rp1,4 miliar.

Kabar Trenggalek - Ekonomi

Editor: Zamz