Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Arisan Ramai tapi Tak Cair? BPR Jwalita Trenggalek Ingatkan Pentingnya Pilih Arisan yang Aman

Maraknya arisan tak cair jadi perhatian BPR Jwalita Trenggalek. Lewat Simarmas, masyarakat diajak menabung aman sekaligus terhindar arisan bodong.

Poin Penting

  • Arisan bodong marak, banyak peserta rugi
  • BPR Jwalita punya Simarmas berbentuk tabungan
  • Edukasi literasi keuangan jadi tujuan utama

KBRT - Fenomena arisan yang ujung-ujungnya tidak cair belakangan makin sering terdengar di Trenggalek. Banyak warga, terutama ibu-ibu, ikut arisan karena tergiur janji cepat dapat uang, tapi malah berakhir buntung.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda), Dwi Fraidianriani, mengajak masyarakat lebih cermat memilih arisan. Menurutnya, tidak semua arisan itu aman, apalagi jika dikelola lembaga yang tidak jelas.

“Kebetulan BPR Jwalita milik daerah punya program Simpanan Arisan Masyarakat atau Simarmas. Program ini sudah berjalan sekitar dua setengah tahun dan alhamdulillah banyak nasabah kami, mayoritas ibu-ibu rumah tangga dan ibu-ibu muda,” ujarnya.

Berbeda dengan arisan pada umumnya, Simarmas dirancang dalam bentuk tabungan bank, bukan sekadar kumpulan uang bergilir.

“Ini arisan tapi berbentuk tabungan. Setiap bulan seratus ribu rupiah dan karena kami bank, ada buku tabungan untuk menyimpan dananya,” jelas Dwi.

Ia menegaskan, aspek keamanan menjadi pembeda utama. Dana nasabah disimpan atas nama pribadi dan berada dalam sistem perbankan resmi.

“Karena kami perbankan, dananya dijamin oleh pemerintah. Satu rekening satu nama, kemudian simpanan atau tabungan ini dijamin LPS,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Selain aman, program ini juga tetap mempertahankan nuansa arisan yang selama ini digemari masyarakat. Dalam durasi 30 bulan, nasabah tidak hanya menabung, tapi juga mendapat kesempatan undian.

“Selama tiga puluh bulan durasi arisan ini hanya boleh diambil di bulan ke-30. Di setiap sepuluh bulan ada undian motor, bulan ke-20 juga undian motor, lalu di bulan ke-30 ada undian mobil,” paparnya.

Lebih dari sekadar produk perbankan, Simarmas disebut Dwi sebagai bagian dari kearifan lokal untuk mendidik masyarakat agar terbiasa menabung.

“Sistem arisan ini kami ciptakan supaya masyarakat teredukasi rajin menabung. Anak-anak, ibu-ibu, itu kan suka arisan. Tapi arisan ini mendidik untuk menyimpan uang di bank,” katanya.

Ia berharap, literasi keuangan masyarakat trenggalek bisa meningkat dan tidak lagi mudah tergiur arisan yang tidak jelas pengelolaannya.

“Harapan saya, ini bisa menghindarkan masyarakat dari arisan di lembaga yang tidak jelas, termasuk arisan-arisan bodong yang mungkin saat ini terjadi di Kabupaten Trenggalek. Ini bagian dari literasi keuangan,” kata dia. 

Kabar Trenggalek - Ekonomi

Editor: Zamz