Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Banyak Keluhan Menu Ramadan MBG di Trenggalek, Bupati Ipin Langsung Laporkan ke BGN

Keluhan menu Ramadan program MBG di Trenggalek ramai muncul. Bupati Mochamad Nur Arifin menyebut semua laporan sudah diinventarisasi dan dikirim ke Badan Gizi Nasional.

Poin Penting

  • Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek menuai keluhan saat Ramadan.
  • Pemkab mengumpulkan semua aduan dari media sosial hingga hotline.
  • Laporan sudah dikirim ke Badan Gizi Nasional untuk ditindaklanjuti.

TRENGGALEK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek mendapat sejumlah keluhan dari penerima manfaat, terutama terkait menu yang diberikan selama Ramadan. Menanggapi hal itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan sudah menginventarisasi seluruh laporan yang masuk.

Keluhan tersebut dihimpun dari berbagai sumber, mulai dari media sosial hingga laporan masyarakat melalui hotline yang disediakan pemerintah daerah.

Bupati yang akrab disapa Ipin itu mengatakan, pemerintah daerah telah mengumpulkan semua aduan tersebut untuk kemudian dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar bisa segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan lembaga tersebut.

“Ya satu jauh-jauh hari membuat Surat Edaran (SE) agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti aturan berlaku. Kewenangan kami di satgas daerah kami menginventarisasi dan kami memberikan surat peringatan dan melaporkan ke Badan Gizi Nasional,” ujar Ipin.

Menurutnya, pemerintah daerah hanya memiliki kewenangan melakukan pengawasan di tingkat daerah. Sementara keputusan terkait sanksi atau tindakan terhadap dapur penyedia MBG berada di tangan BGN.

ADVERTISEMENT

“Nanti semua tindakan, akan dilakukan BGN sesuai dengan asessmentnya, saya dengar di beberapa daerah BGN sudah mencabut izin, mempost fund virtual account bahkan izin dapur itu sebelum melakukan evaluasi,” lanjutnya.

Ipin menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG juga terjadi di sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Bahkan, dalam satu kabupaten bisa terdapat beberapa dapur yang dihentikan operasionalnya sementara karena evaluasi program.

“di Jawa Timur saya lihat beberapa kabupaten yang satu kabupaten 3 dapur (yang di suspen). Jadi kami lihat kadarnya, ya semua kami laporkan, yang ada di Media Sosial, yang masuk di hotline segala macam sudah inventarisir dan kirimkan ke BGN,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap laporan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi Badan Gizi Nasional agar kualitas pelaksanaan program MBG tetap terjaga, terutama pada masa Ramadan ketika pola makan penerima manfaat mengalami perubahan.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz