Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Mas Ipin Punya Misi Bikin Trenggalek Jadi Kota Atraktif, Anak Muda Diajak Ramaikan Ruang Publik

Pemkab Trenggalek menyiapkan konsep Kota Atraktif hingga 2027 dengan mengajak komunitas dan anak muda menghidupkan ruang publik.

Poin Penting

  • Pemkab Trenggalek menyiapkan konsep pembangunan Kota Atraktif hingga 2027.
  • Komunitas dan anak muda diharapkan menghidupkan ruang publik yang sudah dibangun pemerintah.
  • Targetnya menarik talent, turis, pelaku usaha, hingga investor ke Trenggalek.

TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek sedang menyiapkan langkah besar untuk membuat kota ini semakin hidup dan menarik. Konsep yang didorong adalah Kota Atraktif, sebuah gagasan pembangunan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga aktivitas masyarakat di dalamnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menilai ruang publik yang sudah dibangun pemerintah perlu dihidupkan dengan berbagai kegiatan kreatif, terutama oleh komunitas dan anak muda.

Menurutnya, kota yang menarik bukan hanya soal bangunan atau fasilitas, tetapi tentang bagaimana ruang tersebut dipakai dan diramaikan oleh masyarakat.

“Komunitas selama ini sudah bergerak luar biasa. Contohnya komunitas di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, tahun ini akan maju mengikuti lomba desa tingkat ASEAN. Ini sungguh luar biasa,” ujarnya.

Program Kota Atraktif sendiri menjadi bagian dari arah pembangunan daerah hingga tahun 2027. Pada 2026, pemerintah daerah lebih dulu fokus menuntaskan berbagai infrastruktur pendukung.

Mas Ipin mengatakan tugas pemerintah adalah menyediakan ruang dan fasilitas. Setelah itu, masyarakat—khususnya generasi muda—diharapkan mengisi ruang tersebut dengan aktivitas.

“Tugas pemerintah membangun kotanya. Harapan kita, anak-anak muda nanti yang mengisi ruang-ruang yang sudah kita siapkan,” katanya.

Ia menjelaskan, kota bisa disebut atraktif jika mampu menarik empat kelompok utama: talent, turis, trader, dan investor.

Pertama adalah talent, yakni orang-orang dengan keahlian atau sumber daya manusia unggul. Pemerintah daerah ingin Trenggalek menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk tinggal maupun bekerja.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan kawasan wisata pantai, peningkatan fasilitas akomodasi, hingga penyediaan internet berkecepatan tinggi untuk mendukung gaya kerja jarak jauh.

“Harapannya orang yang ingin slow living atau bekerja jarak jauh bisa tinggal di Trenggalek. Mereka bisa bekerja dari pinggir pantai, mungkin mengontrak hotel dalam jangka panjang,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang berdirinya kampus baru di Trenggalek. Bahkan, pemkab siap menyediakan lahan hibah dalam skala besar untuk mendukung hadirnya perguruan tinggi, termasuk kemungkinan kampus internasional.

ADVERTISEMENT

“Kota-kota yang hidup biasanya dipenuhi talent. Karena itu kita siap menghibahkan tanah jika ada kampus yang ingin berdiri di Trenggalek,” tegasnya.

Target berikutnya adalah wisatawan. Pemerintah ingin meningkatkan kualitas destinasi wisata, mulai dari kebersihan, keindahan kawasan, hingga fasilitas yang membuat wisatawan betah lebih lama di Trenggalek.

“Kita ingin spot wisata semakin bersih dan cantik sehingga wisatawan mau datang ke Trenggalek,” ujarnya.

Selain turis, Pemkab juga berharap lebih banyak pelaku usaha melakukan aktivitas ekonomi di Trenggalek. Komoditas lokal seperti porang, cengkeh, hingga hasil pertanian lain diharapkan bisa menjadi magnet perdagangan.

Di sisi lain, iklim investasi juga terus diperbaiki agar investor tertarik menanamkan modal di daerah ini.

Untuk mendukung konsep tersebut, berbagai program komunitas akan diarahkan agar selaras dengan pengembangan kota atraktif.

Misalnya, kelompok seni yang menerima bantuan pemerintah nantinya diharapkan tampil rutin di kawasan wisata saat jam kunjungan ramai.

“Kita kasih dukungan, tapi dengan perjanjian mereka tampil di destinasi wisata saat prime time, seperti akhir pekan atau hari libur,” jelas Mas Ipin.

Program digitalisasi juga mulai disiapkan untuk mendukung ekonomi kreatif. Pemerintah daerah bahkan merencanakan penyediaan studio dan internet di kawasan Pasar Pon agar pelaku usaha bisa memasarkan produk secara daring.

“Nanti studionya kita siapkan, internetnya kita pasang. Mereka bisa live jualan dari situ sekaligus membantu memasarkan produk pedagang Pasar Pon,” katanya.

Dengan cara ini, ruang publik yang dibangun pemerintah diharapkan tidak hanya menjadi tempat fisik semata, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi, kreativitas, dan interaksi masyarakat.

“Jadi ruang-ruang yang sudah kita bangun itu direaktivasi. Kotanya sudah ada, sekarang aktivitasnya yang harus hidup,” kata dia. 

Kabar Trenggalek - Advertorial

Editor: Zamz