Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Trenggalek Jadi Laboratorium Gagasan Ketahanan Pangan dan Lingkungan Berbasis Perempuan

Novita Hardini menyebut Trenggalek sebagai titik temu gagasan ketahanan pangan, pengendalian emisi, dan pemberdayaan perempuan melalui program Perempuan Sarinah.

Poin Penting

  • Novita Hardini menyoroti krisis iklim sebagai tantangan nyata di tingkat daerah.
  • Sektor pertanian disebut menyumbang emisi terbesar di Trenggalek.
  • Program Perempuan Sarinah didorong sebagai solusi pangan, lingkungan, dan ekonomi rakyat.

KBRT - Kabupaten Trenggalek disebut menjadi ruang uji gagasan ketahanan pangan, pengendalian krisis iklim, dan pemberdayaan perempuan melalui peluncuran program Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah).

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, saat menghadiri kegiatan soft launching Perempuan Sarinah di Trenggalek, Minggu (22/12/2025) lalu.

Novita Hardini menyatakan Indonesia saat ini telah memasuki fase krisis iklim yang ditandai dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem di berbagai daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu global yang abstrak, melainkan ancaman nyata di tingkat lokal.

Ia menilai penanganan krisis iklim harus dilakukan melalui kebijakan yang menyentuh akar persoalan, terutama pada sektor yang paling memungkinkan ditangani di daerah.

Berdasarkan peta emisi di Kabupaten Trenggalek, Novita menyebut sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar, terutama akibat penggunaan pupuk kimia secara masif.

“Karena itu, tugas utama kita hari ini adalah menurunkan emisi gas rumah kaca secara nyata dan terukur, dimulai dari sektor yang paling mungkin ditangani di daerah, yaitu pengolahan limbah organik, misalnya limbah dari SPPG dan Dapur MBG,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan agenda strategis Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional pada 2026.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi beras atau jagung, tetapi soal bagaimana kita merawat sumber-sumber kehidupan agar pertanian tetap produktif untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Novita menegaskan bahwa pengolahan limbah organik menjadi solusi strategis karena mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni penurunan emisi dan penguatan kemandirian pangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Dampaknya langsung pada penurunan emisi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan sektor pertanian menyumbang sekitar 40 persen emisi, terutama dari penggunaan pupuk kimia berbasis nitrogen (NPK) yang menghasilkan gas dinitrogen oksida (N₂O), salah satu gas rumah kaca yang berbahaya.

Sebagai solusi, Novita mendorong integrasi pupuk kimia dan pupuk organik hasil pengolahan sampah. Skema yang ditawarkan yakni mengubah komposisi penggunaan pupuk dari 100 persen kimia menjadi 60 persen kimia dan 40 persen organik.

Menurutnya, skema tersebut berpotensi menurunkan emisi secara signifikan, menjaga kesehatan tanah dan air, serta menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Perempuan Sarinah diposisikan sebagai pendekatan pembangunan yang memadukan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan ekonomi hijau berbasis rakyat.

“Orang lain melihat ini sebagai krisis, tapi Perempuan Sarinah melihat ini sebagai peluang,” katanya.

Novita Hardini yang juga menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek menekankan peran strategis perempuan sebagai garda terdepan dalam pengolahan limbah organik, produksi pupuk ramah lingkungan, hingga penguatan ekonomi keluarga dan desa.

Ia menyebut Trenggalek sebagai titik temu visi ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto dan ajaran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tentang merawat pertiwi melalui pelestarian lingkungan dan pemberdayaan perempuan.

“Ketika agenda lingkungan berjalan seiring dengan ekonomi rakyat, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah arah pembangunan yang berkeadilan, berdaulat, dan berkelanjutan,” ujar dia. 

Kabar Trenggalek - Politik

Editor: Zamz