KBRT - Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2027, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Trenggalek menegaskan sikap hati-hati dalam menentukan langkah politik. PKB tak ingin gegabah, apalagi sampai keputusan partai justru berbalik menjadi bumerang.
Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menyebut Pilkades memiliki dinamika yang berbeda dibanding kontestasi politik lainnya. Salah strategi, kata dia, justru bisa menimbulkan konflik baru di tingkat desa.
“Kaitannya dengan urusan Pilkades PKB Trenggalek tentu harus hati-hati karena kalau salah mengambil langkah menjadi boomerang. Maunya bagus tapi malah menciptakan musuh baru,” ujar Sukarodin.
Meski demikian, PKB Trenggalek tetap membuka ruang selebar-lebarnya bagi kader yang ingin ikut berkontestasi dalam Pilkades 2027. Namun, keputusan dukungan partai tidak serta-merta diberikan sejak awal.
“Jadi kami silahkan untuk para kader PKB berkontestasi di Pilkades, kemudian tentu kami akan lakukan evaluasi kemudian akan kami lakukan langkah-langkah berikutnya,” katanya.
Menurut Sukarodin, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar apakah PKB perlu turun langsung secara penuh atau justru mengambil langkah alternatif. PKB, lanjut dia, tidak ingin memaksakan dukungan jika secara politik dinilai kurang menguntungkan.
“Kaitannya urusan dengan intervensi tentu sesuai tahapan yang kami lakukan, kalau hasil evaluasi PKB harus hadir All out, tentu kami hadir secara all out, tentu kalau setelah evaluasi dimaksud mungkin kurang menguntungkan PKB, ya tentu kader kita ditarik, terus dimunculkan kader yang bukan murni kader PKB, kemudian kira-kira tidak merugikan PKB, jadi kami tidak memaksakan diri,” jelasnya.
Ia bahkan mengibaratkan strategi Pilkades layaknya berdagang. PKB, kata Sukarodin, akan memilih langkah yang paling realistis dan memberi keuntungan politik bagi partai.
“Kalau kader kita bahasa kasarnya dijual tidak laku ya tentu lebih baik menjual dagangan yang laku yang endingnya PKB diuntungkan,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Politik
Editor: Zamz






















