KBRT - Alih-alih menggelar pesta kembang api atau hiburan meriah, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengisi malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 dengan kegiatan reflektif. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memilih menonton bersama film dokumenter Tambang Emas Ra Ritek, karya sineas muda asal Trenggalek yang baru saja meraih Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2025 untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.
Pemutaran film tersebut digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha dan dilanjutkan dengan diskusi terbuka bersama masyarakat. Film ini mengangkat kisah perjuangan warga Trenggalek dalam menolak rencana eksploitasi tambang emas yang dinilai berpotensi merusak lingkungan hidup, khususnya sumber mata air.
Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin menilai pesan film tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menempatkan kelestarian alam sebagai prioritas utama.
“Semoga saya diberi umur panjang dan bisa menuntaskan masa jabatan sampai 2029, karena izin tambang ini juga berakhir di tahun itu,” ujar Mas Ipin dalam sesi diskusi, Rabu (31/12/2025) malam.
Ia menegaskan, komitmen penolakan terhadap tambang emas tidak hanya bergantung pada sosok kepala daerah, tetapi telah dikunci melalui dokumen perencanaan jangka panjang daerah.
“Saya sudah mengamankan komitmen ini dalam Perda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dengan visi Net Zero Carbon 2045,” lanjutnya.
Menurut Mas Ipin, keberlanjutan lingkungan Trenggalek harus dijaga lintas generasi. Ia juga mengingatkan bahwa kedaulatan tertinggi dalam menjaga alam sesungguhnya berada di tangan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, sutradara film Tambang Emas Ra Ritek, Alvina N. A., berharap film tersebut dapat diputar di desa-desa agar pesan edukasi lingkungan menjangkau lebih banyak warga.
Respons positif juga datang dari masyarakat. Amin Tohari, warga Desa Ngadirenggo, mengaku semakin yakin menolak tambang emas setelah menonton film tersebut.
“Tanpa tambang saja, kami sudah terdampak banjir hampir setiap tahun. Kalau sampai ada tambang, dampaknya pasti lebih parah,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz














