POGALAN, TRENGGALEK – Menjelang arus mudik Lebaran, Bupati Trenggalek turun langsung mengecek proyek perbaikan jalan di jalur Ngetal–Gandusari hingga Kampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui pemudik meski proyek masih berjalan.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, meninjau pekerjaan reservasi jalan pada ruas tersebut yang dibiayai dari dana pemerintah pusat. Total panjang penanganan jalan mencapai sekitar 7,5 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp23,2 miliar.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Gorga Marga Mandiri dengan masa pekerjaan 150 hari, terhitung sejak 1 Desember 2025 hingga 31 Mei 2026.
Karena masa kontrak masih berlangsung hingga Mei, sebagian pekerjaan dipastikan masih berjalan saat Lebaran. Untuk itu, Mas Ipin meminta kontraktor melakukan pelapisan aspal sementara di titik yang saat ini masih berupa agregat atau peninggian badan jalan.
“ini tadi juga menindaklanjuti kita rapat dengan Kepolisian untuk memastikan bahwa keluarga kita yang melakukan mudik maupun balik itu aman. Salah satunya ini karena di masa kontrak itu sampai Bulan Mei,” kata Mas Ipin.
“berarti masih ada sisa-sisa pekerjaan. Nah itu tadi saya minta yang sekarang ini sedang diberikan agregat untuk peninggian level itu bisa diberikan aspal 1 lapis,” imbuhnya.
Menurut Mas Ipin, sepanjang ruas Ngetal hingga Kampak nantinya akan memiliki beberapa metode penanganan jalan, menyesuaikan kondisi lapangan. Ada bagian yang cukup dilapisi satu lapis aspal, ada yang dua lapis, dan ada pula yang perlu tambahan agregat untuk meninggikan badan jalan.
Ia mencontohkan, pada titik-titik yang selama ini rawan genangan, akan ditambah saluran air menggunakan U-Ditch di sisi kanan dan kiri jalan. Langkah ini diharapkan bisa memperbaiki sistem drainase sehingga umur jalan lebih panjang.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen proyek tersebut, Endy Akhtony, menjelaskan progres pekerjaan hingga saat ini sudah mencapai sekitar 41,7 persen.
“Jadi pekerjaan ini sudah plus 8,88%. Jadi di pekerjaan ini nanti ada 3 tahap. Ada pekerjaan minor,mayor dan juga sama racing dengan pekerjaan samping yaitu U Ditch. Ada yang berpenutup dan juga ada yang tidak berpenutup,” jelasnya.
Endy menambahkan, pembangunan saluran U-Ditch akan mencapai sekitar 1,4 kilometer dengan dua tipe konstruksi. Saluran ini dipasang untuk mengatasi masalah air yang selama ini sering merusak badan jalan.
“sekitar 1,4 km dengan 2 tipe. Sedangkan untuk jalan 7,5 km. Kenapa dikasih U Ditch, karena di beberapa titik ini yang memang bermasalah sebenarnya kontur tanahnya. Jadi ini ada air hujan yang kita kumpulkan agar tidak masuk ke badan jalan. Itu yang membuat jalan ini sering rusak,” jelasnya.
Ia memastikan sebelum Lebaran nanti, ruas jalan yang masih berdebu atau belum beraspal akan dilapisi minimal satu lapis aspal agar tidak mengganggu pengguna jalan.
“Untuk area ini karena berdebu saya pastikan ini nanti satu lapis minimal meskipun ini nanti aspalnya 2 lapis. Dengan begitu tidak mengganggu masyarakat,” kata dia.
Kabar Trenggalek - Advertorial
Editor: Zamz






















