TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pogalan, Trenggalek, menuai keluhan setelah makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pogalan 2 Yayasan Kemala Bhayangkari dikembalikan oleh penerima manfaat di salah satu sekolah.
Pengembalian tersebut diduga karena makanan mengeluarkan berbau dan dinilai tidak layak konsumsi, Rabu (22/04/2026).
Informasi itu dibenarkan oleh salah satu sumber terpercaya yang enggan disebutkan identitasnya.
“Iya betul, semua kembali, di dalam menu bau dan tidak layak konsumsi. Menunya hari ini, chiken ball crumble, tempe kriuk, salad sayur, sup untuk porsi kecil,” kata dia.
Koordinator Wilayah SPPG Trenggalek, Neo Ordikla, juga membenarkan terkait insiden tersebut, dia mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan sekolah terkait persoalan tersebut.
“Saya sudah monitor, masalah di sekolah tersebut sudah dikomunikasikan antar SPPG dan sekolah, dan sudah menemukan solusinya,” kata dia.
Ia menambahkan, saat ini laporan terkait kejadian tersebut masih disusun untuk disampaikan kepada pimpinan.
“Masih dibuatkan laporan ke pimpinan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, membenarkan adanya pengembalian makanan secara menyeluruh oleh siswa.
“Yang di kembalikan, semuanya, infonya masak di SPPG, dikembalikan karena bau,” jelasnya.
Sunarto menyebut, laporan dari SPPG akan segera dibahas dalam rapat koordinasi sebagai bahan evaluasi program MBG di Trenggalek.
“Tentu laporan dari SPPG minggu ini akan diadakan rakor evaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembinaan hingga teguran akan dilakukan sebagai tindak lanjut, termasuk pelaporan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pembinaan dan teguran tentu dilakukan, laporan ke Badan Gizi Nasional (BGN),” tegasnya.
Kasus ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program MBG, terutama terkait kualitas makanan yang diterima siswa sebagai penerima manfaat.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Tim Redaksi




















