JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digenjot dari sisi kualitas dapur. Pemerintah kini memasang target ambisius: seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) paling lambat Agustus 2026.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 15 April 2026, sebanyak 13.576 dapur MBG sudah memiliki SLHS. Jumlah itu setara dengan 52,37 persen dari total 25.925 dapur yang telah beroperasi.
Jika dilihat dari jumlah yang sudah mengajukan permohonan, capaian ini bahkan menyentuh 81,39 persen dari 16.681 dapur.
Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBG, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut lonjakan ini cukup drastis dibanding kondisi awal program berjalan.
“Alhamdulillah, saat saya masuk akhir September 2025, SLHS baru 39 SPPG. Sekarang sudah 25 ribu lebih,” ujarnya.
Ia menegaskan, percepatan akan terus dilakukan agar seluruh dapur MBG tidak hanya beroperasi, tapi juga memenuhi standar keamanan pangan.
“Target saya, bulan Juni semua SPPG sudah mendaftar dan bulan Agustus seluruh SPPG sudah ber-SLHS,” tegasnya.
Untuk mengejar target itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas kementerian, terutama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, agar proses pengajuan hingga penerbitan sertifikat bisa lebih cepat tanpa mengabaikan syarat yang berlaku.
“Saya sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG terus mendorong Kemenkes dan Kemendagri untuk membantu mempercepat proses SLHS, namun tetap harus mengacu pada persyaratan-persyaratan yang wajib dipenuhi oleh SPPG,” paparnya.
Tak hanya percepatan, pemerintah juga menyiapkan langkah tegas bagi dapur MBG yang belum patuh secara administratif. SPPG yang belum mendaftar SLHS berpotensi dihentikan sementara operasionalnya.
“Bagi SPPG yang belum mendaftar SLHS, kami akan melakukan proses suspensi atau penghentian sementara operasional,” tandasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan dalam program MBG tetap terjaga, mengingat program ini menyasar kelompok rentan seperti anak-anak.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















