TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, kembali menuai sorotan. Kali ini, wali murid di salah satu sekolah mengeluhkan menu yang disajikan oleh SPPG Yayasan Abinaya Alzam pada Rabu (22/04/2026), karena masih berupa makanan kering yang dikemas dalam ompreng.
Padahal, berdasarkan kebijakan terbaru dari Satgas MBG Trenggalek, menu kering sudah tidak diperbolehkan dan diganti dengan menu basah untuk menjaga kualitas serta keamanan konsumsi.
Salah satu wali murid, Ahmad, mengungkapkan kekecewaannya terhadap menu yang diterima anaknya.
“Menu MBG di sekolah anak saya hari, Rabu (22/04/2026) ini menu keringan yang di taruh di ompreng, apalagi kombinasi menu juga unik, roti, nugget, sama salad, ditambah dengan kacang kapri yang sudah agak tengik,” ujarnya.
Ahmad menilai menu yang disajikan tidak hanya bertentangan dengan kebijakan terbaru, tetapi juga kurang layak dari sisi kualitas makanan.
“Mohon untuk SPPG Kedunglurah, Yayasan Abinaya Alzam dievaluasi lagi terkait pemilihan menunya apalagi saat ini kan sudah tidak boleh menu kering kenapa masih ada Roti,” katanya.
Keluhan ini menjadi perhatian karena sebelumnya pemerintah telah menegaskan perubahan standar dalam program MBG. Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, menyebut bahwa penggunaan menu basah menjadi salah satu kebijakan utama pasca Lebaran 2026.
“Untuk menjamin kualitas makanan kepada anak-anak kita, nilai gizinya harus sesuai. Salah satu kebijakan adalah menggunakan menu basah, jadi tidak ada lagi yang dikemas plastik,” ujarnya.
Selain itu, Sunarto juga menjelaskan bahwa makanan kini wajib disajikan dalam kondisi segar menggunakan wadah seperti ompreng, bukan untuk menyimpan menu kering.
“Menu rapel tidak diizinkan supaya makanan benar-benar fresh. Kalau dirapel, dikhawatirkan bisa basi atau dingin,” jelasnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















