WATULIMO, TRENGGALEK – Warga Dusun Gendingan, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, kini punya akses baru yang lebih aman untuk beraktivitas. Sebuah jembatan gantung bernama Jembatan Garuda resmi digunakan masyarakat dan langsung menjadi jalur penting bagi pelajar maupun warga setempat.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut keberadaan jembatan sangat membantu mobilitas warga yang sebelumnya harus menyeberangi sungai.
"Terimakasih Pak Prabowo, Pak Panglima, telah membangun Jembatan Garuda di Trenggalek. Ini kan termasuk jalur yang cukup vital meskipun akses untuk anak sekolah. Yang penting sepeda motor, pejalan kaki bisa lewat," ungkap Mas Ipin.
Sebelum jembatan ini dibangun, puluhan anak sekolah di kawasan tersebut harus menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah. Kondisi itu tentu berisiko, terutama saat debit air meningkat.
Biasanya anak sekolah nyebrang sungai, imbuh Mas Ipin.
"Mungkin pas seperti ini bersih, tapi saat debit air tinggi kan bahaya. Jadi tadi saya tanya anak-anak sekolah, Alhamdulillah seneng semua mereka. Terimakasih Pak Prabowo," tandas Mas Ipin.
Selain memudahkan pelajar, jembatan ini juga memperpendek akses warga yang bekerja di sektor perikanan. Sebagian besar warga setempat, terutama ibu-ibu, bekerja di pengepakan ikan sehingga kini tidak perlu lagi memutar lewat jalur yang lebih jauh.
Jembatan Garuda sendiri merupakan bagian dari program pembangunan jembatan gantung perintis yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan dan TNI AD. Program ini ditujukan untuk mempercepat konektivitas wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.
Secara nasional, sebanyak 200 Jembatan Garuda diluncurkan pada tahun 2026. Kabupaten Trenggalek mendapatkan dua unit jembatan dari program tersebut, yakni di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo dan Desa Tegaren, Kecamatan Tugu.
Ketua RT setempat, Jamal, menyambut baik pembangunan jembatan tersebut karena dinilai sangat membantu aktivitas warga sehari-hari.
"Secara pribadi dan juga masyarakat sekitar, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan jembatan di tempat kami," kata Jamal.
"Aktifitas masyarakat danget terbantukan. Anak sekolah juga tidak terkendala. Kalau dulu belum ada jembatan anak sekolah harus menyebrang sungai karena kalau melingkar terlalu jauh. Selain itu masyarakat di sini juga semakin mudah beraktifitas dalam perekonomian, seperti halnya kerja melaut," tandasnya.
Peluncuran program 200 Jembatan Garuda dilakukan secara nasional melalui sambungan Zoom Meeting bersama Presiden RI. Acara tersebut juga dihadiri Komandan Kodim 0806 Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, jajaran Forkopimcam Watulimo, serta warga sekitar.
Kabar Trenggalek - Politik
Editor: Zamz






















