KBRT - Cuaca ekstrem kembali memicu kejadian darurat di Kabupaten Trenggalek. Dua tower telekomunikasi dilaporkan ambruk di dua kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Bendungan dan Kecamatan Watulimo, Sabtu (24/01/2026). Peristiwa tersebut dipicu angin kencang yang melanda wilayah pesisir dan perbukitan sejak dini hari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, memastikan tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian dapur dan kandang ternak.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, beberapa bangunan warga terdampak akibat robohnya tower yang dipicu angin kencang,” kata dia.
Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Dusun Mangkujayan RT 07 RW 03, Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan. Tower Telkom setinggi kurang lebih 42 meter roboh dan menimpa dapur serta kandang sapi milik warga.
Sementara kejadian kedua terjadi di Dusun Krajan RT 05 RW 02, Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, sekitar pukul 12.30 WIB. Tower Telkomsel dengan ketinggian serupa roboh dan menimpa bagian dapur rumah milik warga.
Menurut laporan BPBD, angin kencang di wilayah Watulimo sudah berlangsung sejak pukul 03.00 WIB dan terus berlanjut hingga siang hari.
“Sejak dini hari angin kencang sudah terjadi, terutama di wilayah Watulimo. Kondisi ini yang menyebabkan tower kehilangan keseimbangan dan akhirnya roboh,” paparnya.
Akibat kejadian di Watulimo, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta, meliputi kerusakan dapur dan perabot rumah tangga. Di Bendungan, kerusakan juga terjadi pada bangunan dapur dan kandang ternak.
BPBD bersama tiga pilar desa dan masyarakat setempat langsung melakukan pengecekan lokasi, pendataan kerusakan, serta pembersihan puing-puing bangunan yang tertimpa tower.
Triadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca pancaroba yang rawan angin kencang.
“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya yang rumahnya berdekatan dengan pohon besar, tebing, atau bangunan tinggi. Cuaca saat ini masih berpotensi ekstrem,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz















