Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Belimbing Mentah Ikut Masuk Paket MBG di Watulimo, Wali Murid Minta Evaluasi Dapur

WATULIMO, TRENGGALEK -  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek kembali jadi bahan obrolan para wali murid. Bukan soal jumlah makanan, melainkan kualitas menu buah yang dibagikan kepada siswa di Kecamatan Watulimo.

Sejumlah orang tua murid dari BA Aisyiyah Gemaharjo dan SMPN 3 Watulimo mengaku menemukan buah belimbing yang masih mentah dalam paket makanan yang diterima anak-anak mereka.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, paket MBG tersebut didistribusikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watuagung yang dikelola Yayasan Gunung Camar Gumelar.

Salah satu wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, sebut saja Ais, mengatakan sebagian besar buah yang diterima sekolah masih berwarna hijau.

“Hari ini anak-anak dapat paket MBG, tapi banyak belimbingnya masih muda. Bahkan bisa dibilang sebagian besar belum matang,” ujarnya.

Di sekolah anaknya, kata Ais, terdapat 86 paket makanan yang dibagikan kepada siswa. Namun dari jumlah itu, lebih dari setengah buah belimbing dinilai belum layak dimakan.

“Kalau dihitung ada sekitar 50 lebih yang masih kecil dan hijau,” jelasnya.

Menurutnya, para wali murid sebenarnya memahami bahwa menyiapkan makanan dalam jumlah besar bukan pekerjaan mudah. Namun mereka berharap proses penyortiran bahan makanan bisa lebih teliti.

Apalagi, menu tersebut dikonsumsi oleh anak-anak usia dini yang belum tentu bisa membedakan makanan yang layak dimakan atau tidak.

“Kami bukan tidak menghargai program ini. Justru kami bersyukur ada perhatian untuk gizi anak. Tapi harapannya kualitas bahan juga diperhatikan,” katanya.

Keluhan serupa disebut juga muncul dari beberapa sekolah lain yang menerima distribusi dari dapur yang sama.

Informasi dari para wali murid menyebutkan SMPN 3 Watulimo juga mendapatkan menu buah dengan kondisi yang hampir sama, yakni belimbing yang masih mentah.

Tak hanya itu, beberapa orang tua juga sempat mempertanyakan kondisi jagung dalam menu yang disebut-sebut sudah kurang segar.

“Dari cerita wali murid lain, ada juga yang menerima buah dengan kondisi sama,” kata Ais.

ADVERTISEMENT

Karena khawatir memicu gangguan pencernaan pada siswa, beberapa sekolah dikabarkan memilih tidak membagikan buah tersebut dan mengembalikannya ke penyedia.

Sementara di BA Aisyiyah Gemaharjo, paket makanan tetap dibagikan kepada siswa dengan catatan guru mengingatkan agar buah yang masih mentah tidak dimakan.

“Yang dikhawatirkan kalau anak-anak makan langsung bisa sakit perut,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak dapur penyedia MBG disebut telah menyampaikan permintaan maaf melalui pesan WhatsApp yang kemudian diteruskan ke sejumlah pihak terkait.

Dalam pesan tersebut disebutkan terjadi kelalaian saat proses penyortiran buah sebelum didistribusikan ke sekolah.

Namun hingga kini belum ada kepastian apakah buah yang dinilai belum layak konsumsi itu akan diganti dengan menu lain.

“Informasinya baru sebatas minta maaf, belum ada keterangan soal penggantian buah,” ujar sumber tersebut.

Ini bukan kali pertama menu MBG di wilayah tersebut mendapat perhatian wali murid. Sebelumnya, orang tua siswa juga sempat mempertanyakan warna roti yang dibagikan kepada anak-anak TK.

Beberapa wali murid menilai warna roti terlalu mencolok dan diduga menggunakan pewarna yang tidak lazim pada makanan anak.

“Waktu itu warnanya sangat terang, jadi sempat membuat wali murid bertanya-tanya,” katanya.

Para orang tua berharap kejadian ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi pengelola dapur agar kualitas makanan dalam program MBG tetap terjaga.

Sebab tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan asupan gizi anak, bukan sekadar membagikan makanan.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Trenggalek, Neo Ordikla, belum memberikan tanggapan resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz