KBRT - Pantai Mutiara di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, tampak lebih bersih dan tertata usai digelar aksi resik-resik pantai, Rabu (4/2/2026). Puluhan petugas gabungan bersama warga turun langsung membersihkan kawasan pesisir demi menciptakan lingkungan wisata yang lebih nyaman dipandang.
Kegiatan kerja bakti tersebut menyasar area pantai yang selama ini kerap dipenuhi sampah alami, seperti daun dan ranting yang terbawa arus laut. Aksi ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga wajah destinasi wisata unggulan Trenggalek tetap menarik bagi pengunjung.
Kapolsek Watulimo, AKP Sunarto, menjelaskan bahwa kegiatan resik-resik pantai merupakan tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat dan pimpinan Polri agar kawasan wisata, khususnya pantai, selalu terjaga kebersihannya.
“Kegiatan ini melibatkan semua unsur di Watulimo, mulai dari Polsek, Koramil, Kecamatan, Posmat TNI AL, Pospol Airud, pengelola pelabuhan perikanan Prigi, perangkat desa Tasikmadu dan Pokdarwis dan masyarakat setempat. Kurang lebih ada 60 orang yang kita libatkan,” ujarnya.
Menurut AKP Sunarto, kawasan pesisir Watulimo dikenal memiliki banyak destinasi wisata dengan panorama alam yang eksotis. Tidak hanya diminati wisatawan lokal Trenggalek, pantai-pantai di wilayah ini juga kerap menjadi tujuan pelancong dari luar daerah.
Karena itu, kebersihan pantai menjadi faktor penting agar wisatawan merasa betah dan memiliki keinginan untuk kembali berkunjung. Ia menegaskan, kesan pertama pengunjung sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar.
“Kebanyakan sampah organik. Daun dan ranting pohon yang terbawa arus laut,” imbuhnya.
Lebih jauh, AKP Sunarto menuturkan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pesisir Watulimo, selain perikanan. Semakin ramai wisatawan datang, semakin besar pula dampak positifnya terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan warga.
Selain membersihkan pantai, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pengunjung agar lebih peduli terhadap lingkungan. Pengelola kawasan wisata pun telah menyediakan tempat sampah di sejumlah titik strategis.
“Kegiatan yang sama akan kita gelar kembali dengan mekibatkan elemen masyarakat lainnya termasuk pelajar dan mahasiswa,” ujar dia.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz






















