TRENGGALEK - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Trenggalek mulai memetakan potensi lonjakan pergerakan masyarakat saat musim mudik. Kepolisian memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 13 dan 17 Maret 2026.
Sementara itu, arus balik diprediksi juga terjadi dalam dua fase, yaitu pada 24 dan 29 Maret 2026. Prediksi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar Polres Trenggalek bersama sejumlah stakeholder.
Rapat koordinasi tersebut digelar untuk menyamakan persepsi sekaligus memetakan potensi kerawanan selama periode mudik dan libur Lebaran di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki yang memimpin langsung rapat tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar Operasi Ketupat Semeru 2026 sebagai langkah pengamanan selama momentum Lebaran.
“Menurut rencana, Operasi Ketupat Semeru 2026 akan diselenggarakan mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026. Nanti akan diawali dengan Apel Gelar pasukan bersama.”
Ridwan menjelaskan, operasi tersebut merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya fokus pada penanganan kriminalitas, tetapi juga memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik merasa aman dan nyaman.
Selain pengamanan lalu lintas, kepolisian juga menyoroti sejumlah potensi kerawanan yang biasanya muncul saat Lebaran. Di antaranya kepadatan kendaraan, lonjakan kunjungan wisata, potensi bencana hidrometeorologi, hingga tradisi masyarakat seperti menerbangkan balon udara dan penggunaan petasan.
“Saya Instruksikan kepada Kapolsek jajaran agar menyisir dan antisipasi di wilayah masing-masing.”
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menyiapkan langkah pendukung agar arus mudik berjalan lebih lancar. Bupati Trenggalek Mohammad Nur Arifin mengatakan pihaknya telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut membantu pengamanan selama periode Lebaran.
“Kita genjot perbaikan jalan agar mengurangi terjadinya kecelakaan lantas saat mudik.”
Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci agar pergerakan masyarakat saat mudik maupun arus balik tetap terkendali. Pemerintah daerah berharap hasil rapat koordinasi tersebut dapat diterjemahkan dalam langkah nyata di lapangan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah daerah dan aparat keamanan menargetkan perayaan Idul Fitri di Trenggalek bisa berlangsung aman sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat maupun pemudik yang melintas di wilayah ini.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh pejabat utama Polres Trenggalek, para kapolsek jajaran, Pasi Ops Kodim 0806, Subdenpom TNI, Kepala Terminal Surodakan, Basarnas, BPBD, sejumlah kepala OPD, serta unsur relawan seperti Senkom, Orari, PMI, dan PPK 23 Jatim.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz






















