KBRT - Kiprah perempuan profesional asal Kabupaten Trenggalek kembali mencatatkan capaian penting di tingkat regional. Sugiyanti resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Kota Kediri periode 2026–2029, melalui mekanisme aklamasi dalam Rapat Anggota Cabang (RAC) yang digelar di Hotel Front One Kediri, Selasa (13/01/2026).
Penetapan tersebut dilakukan setelah proses nominasi dan verifikasi calon ketua dinyatakan rampung. Seluruh peserta rapat sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepada Sugiyanti tanpa melalui pemungutan suara.
Terpilihnya Sugiyanti dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kapasitas perempuan daerah dalam memimpin organisasi profesi strategis, khususnya di bidang perpajakan.
“Saya bukan siapa-siapa. Namun dengan amanah ini, saya ingin mengajak seluruh rekan berjalan bersama untuk membawa IKPI Cabang Kediri menjadi organisasi yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” ujar Sugiyanti.
Sugiyanti diketahui berdomisili di Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Trenggalek sebelum melanjutkan studi perguruan tinggi di Malang.
“Pendidikan menjadi investasi utama. Walau penuh keterbatasan, saya tetap memperjuangkannya,” tuturnya.
Ia menyebut fondasi akademik menjadi bekal penting dalam memahami kompleksitas perpajakan yang terus berkembang.
“Fondasi akademik yang kuat membantu saya memahami perpajakan secara komprehensif,” ungkapnya.
Karier profesional Sugiyanti dibangun secara bertahap sejak masa kuliah. Ia mengawali perjalanan di dunia perpajakan dari posisi staf, sambil bekerja dan menempuh pendidikan, hingga akhirnya mengantongi izin praktik resmi sebagai konsultan pajak.
“Saya membagi waktu antara kuliah dan bekerja sejak awal. Dari situ, saya belajar disiplin, profesionalisme, dan mengenal dunia perpajakan dari level paling dasar,” jelas Sugiyanti.
Meski telah memenuhi syarat untuk membuka praktik mandiri, ia memilih tetap bergabung dengan Kantor Konsultan Pajak Agus Sambodo & Rekan, tempat ia mengasah kemampuan teknis sekaligus etika profesi.
“Budaya kerja dan proses belajar di KKP ini membentuk saya secara utuh, baik dari sisi teknis maupun etika profesi,” katanya.
Saat ini, Sugiyanti dipercaya sebagai penanggung jawab Kantor Cabang Madiun. Aktivitas profesional tersebut menuntutnya rutin melakukan perjalanan lintas daerah, di tengah perannya sebagai ibu.
“Mengatur waktu antara keluarga dan pekerjaan memang tidak mudah. Namun dengan komitmen dan tanggung jawab, keduanya bisa berjalan beriringan,” tuturnya.
Dalam proses pemilihan Ketua IKPI Cabang Kota Kediri, sejumlah nama sempat masuk dalam tahapan awal, antara lain Suwandi Sudarsono, Mardiyanto, Sugeng, dan Sugiyanti. Hasil verifikasi menetapkan dua calon yang memenuhi syarat, yakni Sugiyanti dan Suwandi Sudarsono.
Namun menjelang pemilihan, Suwandi Sudarsono menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan.
“Saya mengapresiasi seluruh rekan yang mengikuti proses ini. Hal ini mencerminkan semangat demokrasi di tubuh IKPI,” kata Sugiyanti.
“Setiap keputusan anggota merupakan hak yang wajib kita hormati dalam organisasi,” ujarnya.
Dengan pengunduran diri tersebut, RAC kemudian menetapkan Sugiyanti sebagai ketua secara aklamasi.
“Penetapan ini menjadi amanah besar yang harus saya jaga dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Sugiyanti menegaskan, jabatan ketua bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana pengabdian untuk memperkuat marwah profesi konsultan pajak, khususnya di wilayah kerja IKPI Cabang Kota Kediri yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar.
“Wilayah yang luas justru menjadi kekuatan jika kita membangun sinergi dan rasa memiliki,” jelasnya.
Ia juga berharap kiprahnya dapat menjadi motivasi bagi perempuan Trenggalek untuk berani mengambil peran strategis di berbagai bidang.
“Saya membawa nama Trenggalek dalam setiap langkah. Saya berharap ini bisa memotivasi perempuan lain untuk berani maju,” tuturnya.
Ke depan, Sugiyanti berkomitmen memfokuskan kepemimpinannya pada penguatan kompetensi anggota, penegakan etika profesi, serta sinergi dengan otoritas perpajakan dan pemangku kepentingan lainnya.
“IKPI harus hadir sebagai organisasi yang profesional, solid, dan memberi manfaat nyata bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz












