Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Situasi Mencekam Timur Tengah, 58 Jemaah Umrah Trenggalek Belum Bisa Pulang

Jemaah umrah asal Trenggalek masih berada di Arab Saudi di tengah konflik Amerika, Israel, dan Iran, termasuk Bupati Trenggalek.

Situasi Mencekam Timur Tengah, 58 Jemaah Umrah Trenggalek Belum Bisa Pulang

Poin Penting

  • Sebagian sudah dijadwalkan pulang, namun terdampak situasi konflik.
  • Kemenhaj Trenggalek mengimbau calon jemaah menunda keberangkatan.

KBRT - Sebanyak 58 jemaah umrah asal Kabupaten Trenggalek dilaporkan masih berada di Arab Saudi di tengah memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Informasi tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah, berdasarkan laporan terbaru yang diterima pihaknya.

Menurut Subkan, puluhan jemaah itu terdiri dari mereka yang masa tinggalnya sudah hampir selesai maupun yang baru tiba di Arab Saudi.

"Kabar yang kita terima ada 58 jemaah yang bertahan di Arab Saudi sampai sekarang. Baik yang sudah habis waktunya ataupun yang mungkin baru sampai," ujar Subkan.

Ia menjelaskan, jemaah yang seharusnya sudah bersiap pulang rata-rata berangkat pada pertengahan Februari lalu. Durasi umrah umumnya berlangsung sekitar 12 hari.

"Kalau yang sekarang sudah setelah mau pulang tentunya ya mungkin pertengahan Februari kemarin karena lamanya umroh itu kurang lebih sekitar 12 hari," jelasnya.

Subkan menyebut, tidak semua jemaah tersebut berangkat melalui biro perjalanan umrah asal Trenggalek. Pihaknya belum memiliki data rinci mengenai seluruh travel yang memberangkatkan.

"Kalau itu kita tidak tahu persis, tapi kalau Biro Trenggalek karenanya Jabal Noor itu yang memberangkatkan tentu kalau dengan sekian banyak kira-kira kok tidak semuanya. Beda-beda," terangnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga mencontohkan salah satu jemaah yang berangkat dari luar daerah.

"Seperti yang kemarin itu Pak Wicaksono [Ketua Muhammadiyah Trenggalek] itu juga dari [biro] Surabaya tidak dari Trenggalek," imbuhnya.

Data terakhir yang diterima Kantor Kemenhaj Trenggalek menyebutkan, pada 26 Februari terdapat jemaah yang berangkat melalui Muntilan dan sebagian lainnya melalui travel dari Jember.

Menyikapi situasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, Kemenhaj Trenggalek mengimbau calon jemaah yang belum berangkat agar menunda perjalanan sementara waktu.

"Kalau yang belum berangkat ya karena memang sekarang sudah hampir terakhir ya mohon untuk ditunda dulu," kata Subkan.

Sementara bagi jemaah yang saat ini masih berada di Arab Saudi, pihaknya berharap kondisi segera membaik sehingga mereka dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.

"Dan yang ada di sana ya kita berdoa semoga saja kondisinya segera mereda dan bisa pulang dengan selamat."

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz