Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Mitigasi Bencana, Barongan Ori di Jembatan Trenggalek Mulai Dibersihkan

BPBD Trenggalek bersama Jasa Tirta I dan warga membersihkan sungai serta tiang jembatan untuk mitigasi banjir dan cuaca ekstrem akhir 2025 hingga awal 2026.

Poin Penting

  • Kegiatan melibatkan warga, komunitas bank sampah, dan Jasa Tirta I.
  • Penanaman rumput vetiver dilakukan untuk memperkuat tanggul sungai pascanormalisasi.

KBRT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek bersama Jasa Tirta I dan elemen masyarakat melaksanakan pembersihan sungai sebagai langkah mitigasi bencana menghadapi cuaca ekstrem akhir tahun. Kegiatan bertema Sungaiku Resik Rejeki Apik.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan pembersihan difokuskan pada barongan ori yang menumpuk di beberapa tiang jembatan, terutama di Jembatan Plengkung. Hambatan tersebut dinilai berpotensi memperparah luapan air saat debit sungai meningkat.

“Dengan tema sungaiku resik rejeki apik, Kamis (18/12/2025) bersama seluruh elemen warga masyarakat dan kami kerjasama dengan jasa tirta 1 melaksanakan pembersihan barongan ori yang posisinya di beberapa tiang jembatan khususnya di jembatan plengkung yang kita awali pada hari ini,” ujar Stefanus.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga melibatkan komunitas bank sampah. Langkah ini dilakukan sebagai mitigasi berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan potensi cuaca sangat ekstrem pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

“Termasuk rekan-rekan dari komunitas bank sampah, tujuannya kami melaksanakan mitigasi sebagaimana prakiraan dari BMKG cuaca di akhir bulan desember 2025 sampai awal januari 2026 cuacanya sangat ekstrim kemungkinan adanya banjir luapan maupun cuaca ekstrim adanya pohon tumbang ini yang kami lakukan sehingga kalau nanti volume air meningkat paling tidak barongan ori ini sudah bersih,” lanjutnya.

Menurut Stefanus, sejumlah sungai seperti Sungai Ngasinan, Sungai Bagong, dan Sungai Tawing memiliki jembatan dengan tiang yang cenderung menjadi titik kumpul sampah. Karena itu, BPBD berupaya melakukan pembersihan secara bertahap untuk mengurangi risiko banjir.

“Kalau sungai ngasinan atau sungai bagong atau tawing yang ada beberapa jembatan kecenderungannya tiangnya ada beberapa hambatan dari barongan ori, kami berupaya memitigasi membersihkan sampah,” katanya.

ADVERTISEMENT

Selain pembersihan, BPBD Trenggalek juga melakukan susur sungai bersama Jasa Tirta I. Dari hasil kegiatan tersebut, masih ditemukan beberapa jembatan, termasuk yang berada di jalur nasional, yang memerlukan evakuasi dan pembersihan lanjutan.

“Kemarin kami melaksanakan susur sungai bersama jasa tirta 1 masih ada beberapa jembatan apalagi jembatan yang menghubungkan jalan nasional ini yang harus kami lakukan evakuasi maupun pembersihan,” ujar Stefanus.

Upaya mitigasi juga dilakukan melalui penanaman rumput vetiver di sejumlah tebing dan tanggul sungai. Penanaman ini dilakukan setelah adanya kegiatan normalisasi sungai yang dibantu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, di antaranya di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, serta di sepanjang Sungai Ngasinan.

“Penanaman rumput vetiver tujuannya tidak jauh berbeda karena beberapa tebing dan tanggul sungai beberapa minggu lalu kami dibantu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas normalisasi sungai sehingga untuk menambah kekuatan di beberapa tanggul sungai seperti di Kelurahan Kelutan Kecamatan Trenggalek atau sungai ngasinan ditanami rumput itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, jenis rumput vetiver dipilih karena memiliki akar yang kuat sehingga mampu menahan potensi longsor di bantaran sungai.

“Melihat jenis rumput itu cukup kuat menahan dari potensi longsor,” ujar dia. 

Kabar Trenggalek - Lingkungan

Editor: Zamz