Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Bencana Bertubi-tubi di Trenggalek Selama 2025, Longsor Dominan dan 12 Nyawa Melayang

Sebanyak 12 orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana alam yang melanda Kabupaten Trenggalek sepanjang tahun 2025, dengan total 192 kejadian.

Poin Penting

  • BPBD Trenggalek mencatat 192 kejadian bencana sepanjang 2025
  • Tanah longsor dan gerak tanah menjadi bencana paling dominan
  • Total kerugian material mencapai lebih dari Rp12,2 miliar

KBRT - Kabupaten Trenggalek kembali menghadapi tingginya intensitas bencana alam sepanjang tahun 2025. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat, sebanyak 12 orang meninggal dunia akibat berbagai kejadian bencana yang terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 tercatat 192 kejadian bencana yang tersebar di 14 kecamatan dan 104 desa/kelurahan.

“Sepanjang 2025, total kejadian bencana di Trenggalek mencapai 192 kejadian. Paling banyak adalah tanah longsor dan gerak tanah sebanyak 109 kejadian,” kata dia.

Selain tanah longsor dan gerak tanah, BPBD juga mencatat 45 kejadian banjir, 36 kejadian cuaca ekstrem, serta dua kejadian gelombang laut yang berdampak pada kawasan pesisir Trenggalek.

Bencana-bencana tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan korban luka. BPBD mencatat 1 orang mengalami luka sedang dan 2 orang luka ringan akibat kejadian bencana sepanjang tahun ini.

Dari sisi dampak fisik, ratusan bangunan dan fasilitas umum turut terdampak. Tercatat 15 rumah rusak berat, 15 rumah rusak sedang, serta 203 rumah rusak ringan.

ADVERTISEMENT

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur transportasi. BPBD mencatat delapan ruas jalan rusak ringan, empat ruas jalan rusak sedang, dan empat ruas jalan rusak berat. Selain itu, lima jembatan rusak sedang dan delapan jembatan rusak berat.

Sejumlah fasilitas pelayanan publik turut mengalami kerusakan, di antaranya dua sekolah, serta 41 Tembok Penahan Jalan (TPJ) dengan rincian 17 rusak ringan, 13 rusak sedang, dan 11 rusak berat.

“Dampak bencana ini tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Stefanus Triadi.

BPBD Trenggalek mencatat total kerugian material mencapai Rp12.279.402.900. Selain itu, sebanyak 4.313 kepala keluarga atau 13.782 jiwa terdampak langsung oleh bencana alam sepanjang 2025.

Dari jumlah tersebut, 226 kepala keluarga sempat mengungsi, meski saat ini seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

“Data ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami dalam memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Trenggalek ke depan,” ujar dia.

Kabar Trenggalek - Trenggalekpedia

Editor: Zamz