Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Basarnas Temukan Batu Menggantung 150 Meter di Atas Titik Longsor KM 16 Trenggalek–Ponorogo

Basarnas Trenggalek menemukan batu menggantung sekitar 150 meter di atas titik longsor KM 16 Trenggalek–Ponorogo. Kondisi tanah berlumpur berpotensi picu longsor susulan.

Basarnas Temukan Batu Menggantung 150 Meter di Atas Titik Longsor KM 16 Trenggalek–Ponorogo

Poin Penting

  • Basarnas menemukan batu menggantung di atas titik longsor KM 16.
  • Tanah di area tebing terpantau berlumpur dan rawan pergerakan.
  • Proses evakuasi material diawasi ketat, aktivitas dihentikan jika hujan.

TUGU, TRENGGALEKTim Basarnas Trenggalek menemukan potensi bahaya baru di lokasi longsor batu raksasa yang menutup Jalan Nasional KM 16 Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu.

Dalam asesmen keselamatan yang dilakukan di area tebing, petugas menemukan batu besar yang masih menggantung di atas titik longsor. Posisi batu tersebut diperkirakan berada sekitar 150 meter dari lokasi utama material yang menutup badan jalan.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius tim di lapangan karena berpotensi memicu longsor susulan.

“Untuk kondisi asesmen tanah kami sudah menerjunkan anggota untuk ke atas di sekitar kurang lebih 150 meter di titik longsor itu masih ada batu yang menggantung dan untuk kondisi tanah kami cek juga kondisinya berlumpur,” ujarnya, Kamis (05/03/2026).

Menurut Bayu, kondisi tanah yang lembap dan berlumpur meningkatkan risiko pergerakan material dari tebing. Karena itu, seluruh aktivitas pembersihan material longsor dilakukan dengan pengawasan ketat.

“Kita khawatirkan kemungkinan masih ada seperti longsoran kembali, antisipasi itu kami juga harus tetap berhati hati untuk menjalankan aktivitas di bawah,” jelasnya.

Untuk mempercepat penanganan material batu yang menutup jalan, tim gabungan memaksimalkan pengerjaan dengan sejumlah alat berat.

“Untuk pembersihan hari ini kami memaksimalkan kami briefing juga tadi pagi, bersama forkopimda kami maksimalkan dan menggunakan 3-4 alat berat dan berapa dam truk untuk mengangkut pecahan,” katanya.

ADVERTISEMENT

Dalam operasi evakuasi tersebut, standar keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Basarnas memastikan seluruh personel yang bekerja di area longsor wajib menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Untuk keamanan kami pastikan jangan sampai ketika semua personel yang masuk di wilayah kerja harus memakai APD,” tegas Bayu.

Selain itu, tim juga menerapkan prosedur penghentian aktivitas jika kondisi cuaca memburuk.

“Kalau gerimis dan hujan kami cut langsung tarik semua tarik kembali ke tempat aman,” ungkapnya.

Bayu menambahkan, kejadian yang sempat terjadi sebelumnya di sekitar lokasi ada pohon tumbang. “Kemarin (04/03/2026) ada pohon tumbang jadi tidak longsor susulan, hanya pohon tumbang,” katanya.

Saat ini proses evakuasi material longsor masih terus berlangsung dengan dukungan alat berat dan truk pengangkut pecahan batu. Tim di lapangan tetap memprioritaskan keselamatan personel sambil memastikan kondisi tebing di sekitar titik longsor benar-benar aman sebelum jalur dibuka kembali.

Update penanganan di lokasi ini menjadi lanjutan dari laporan sebelumnya yang telah dipublikasikan oleh kabartrenggalek.com terkait proses pemecahan batu raksasa dan pembersihan material longsor yang menutup akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz