TRENGGALEK - Perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan progres. Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 12 koperasi dilaporkan sudah mencapai tahap kesiapan penuh untuk operasional.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, menyebutkan bahwa meski ada koperasi yang sudah aktif, sebagian besar masih belum berjalan optimal sesuai fungsi yang diharapkan.
“KDMP yang aktif sekitar 8, tetapi yang aktif dilakukan masih belum, mencangkup penjualan yang diamanatkan pemerintah, seperti gerai sembako, gerai klinik, obat, masih banyak menjual kebutuhan pokok” ujarnya.
Saniran menjelaskan, hingga 16 Maret 2026, terdapat peningkatan jumlah KDMP yang sudah siap secara penuh.
“Sekarang ada perkembangan yang 100 persen, tertanggal (16/03/2026) sebanyak 12, jadi harapannya yang sudah 100 persen bisa ditindaklanjuti pemerintah untuk operasional, sehingga bangunannya tidak terkesan lama mangkrak” jelasnya.
Selain itu, KDMP juga sempat menjalin kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala di lapangan.
“KDMP kerjasama dengan Makan Bergizi Gratis kemarin ada 4, karena situasi dan kondisi, kebutuhan SPPG tidak bisa dipenuhi, masih fluktuatif, bagaimana nanti perkembangan setelah menerima operasional dari pemerintah” katanya.
Pemerintah berharap pengurus dan pengawas koperasi bisa memaksimalkan fasilitas yang sudah disiapkan, mulai dari bangunan hingga sarana pendukung lainnya.
“Kami berharap mulai dari pengurus dan pengawas menjalankan KDMP ini secara maksimal, karena fasilitas sudah dipersiapkan oleh pemerintah, mulai dari gedung, gerai, rencananya fasilitas mobilitas juga disiapkan, harapan juga ada barang yang bersubsidi dari pemerintah” kata dia.
Ke depan, KDMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat jual beli kebutuhan pokok, tetapi juga mampu berkembang menjadi pusat ekonomi desa yang lebih modern dan berkelanjutan.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz
















.jpeg)





