TRENGGALEK - Perumda Tirta Wening (PDAM) Kabupaten Trenggalek resmi punya nakhoda baru. Khoirul Ansori dilantik sebagai direktur bersamaan dengan delapan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemkab Trenggalek.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan, pemilihan direktur dilakukan lewat proses terbuka, tanpa intervensi kedekatan personal.
“Saya ingin pelayanan PDAM bisa lebih progresif ke depan. Kita buka seleksi, saya tidak kenal siapa orangnya, hanya melihat kualitas dan track record. Semoga pilihan ini tidak salah untuk masyarakat Trenggalek,” ujarnya.
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor air minum, Ansori kini ditantang langsung untuk membenahi layanan yang selama ini masih dikeluhkan masyarakat.
Target awal yang dibebankan tak main-main. Ansori diminta melakukan “bersih-bersih” internal, mulai dari memetakan kebocoran hingga mengidentifikasi titik lemah sistem distribusi air.
“Termasuk juga asesmen terhadap sumber air yang kita miliki, sehingga pelayanan bisa lebih optimal,” imbuh Bupati.
Selain itu, Pemkab juga mendorong strategi baru lewat skema “cross cutting”. Nantinya, lini bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) Tirta Pure akan dijadikan salah satu penopang pendapatan.
Keuntungan dari sektor ini diharapkan bisa diputar kembali untuk memperbaiki layanan air bersih ke pelanggan.
Di sisi lain, Khoirul Ansori mengakui pekerjaan rumah PDAM masih cukup kompleks. Salah satu yang paling krusial adalah tingginya kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), yang berdampak langsung pada efisiensi dan pendapatan.
“Bagi saya jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan pelayanan berjalan optimal,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, ia menyiapkan program kerja 100 hari pertama yang fokus pada pembenahan internal dan peningkatan kualitas layanan.
Ansori juga melirik potensi besar dari produk Tirta Pure agar bisa naik kelas dan lebih dikenal publik.
“Kita kuatkan brand daerah. Tirta Pure ini milik masyarakat Trenggalek, jadi harus menjadi kebanggaan bersama,” jelasnya.
Terkait keluhan klasik seperti distribusi air yang sering bermasalah saat musim hujan, pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa bisa diminimalkan ke depan.
“Semua akan kami pelajari, kita koordinasikan agar ke depan pelayanan semakin baik,” kata dia.
Kabar Trenggalek - Advertorial
Editor: Zamz





















