TRENGGALEK - Direktur baru Perumda Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori, langsung menyoroti persoalan serius di tubuh PDAM, yakni indikasi tingginya kehilangan air. Hal ini disampaikannya usai resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Gedung Bhawarasa, Rabu (01/04/2026), lalu.
Masalah kebocoran air ini menjadi salah satu fokus utama dalam program 100 hari kerja yang tengah disiapkan bersama jajaran internal.
Khoirul menyebut, pembenahan internal akan menjadi langkah awal sebelum meluncurkan berbagai gebrakan baru di sektor pelayanan air bersih.
"Yang pasti tingginya kehilangan air, yang kedua efisiensi biaya dan juga peningkatan pendapatan untuk kelanjutan Perumda Tirta Wening Trenggalek," kata dia.
Ia menilai, persoalan kehilangan air tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan daerah. Selain itu, efisiensi operasional juga menjadi perhatian agar PDAM bisa lebih sehat secara bisnis.
Dalam waktu dekat, ia akan menyusun program kerja 100 hari sebagai peta awal pembenahan.
"Tentunya kami akan kami susun 100 hari kerja sesuai dengan arahan pak Bupati Trenggalek, akan kami susun dengan jajaran internal Perumda Tirta Wening, bagaimana kami menghadirkan gebrakan baru di Trenggalek," jelasnya.
Selain fokus pada kebocoran air, Khoirul juga melihat peluang lain yang bisa mendongkrak pendapatan, yakni pengembangan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Pure.
"Saya melihat pengembangan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Pure potensi pengembangan cukup tinggi. AMDK bisa kembangkan bisa meningkat, saya yakin optimis bisa meningkatkan penjualan," ucapnya.
Ia menilai, produk lokal tersebut memiliki daya saing yang cukup baik jika didorong dengan strategi promosi yang tepat.
"Jadi pertama peningkatan promosi kepada masyarakat kalau kami punya produk lokal yang cukup kompetitif dan cukup baik, sehingga cukup layak dikonsumsi masyarakat trenggalek," kata dia.
Khoirul juga menekankan pentingnya membangun kebanggaan terhadap produk daerah sebagai bagian dari penguatan brand lokal.
"Pertama kuatkan adalah bran daerah, milik masyarakat, yang tentu mengkonsumsi suatu kebanggaan," tegasnya.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz






















