TRENGGALEK – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai digerakkan di Kabupaten Trenggalek. Para kepala desa kompak menyatakan siap menjalankan program prioritas pemerintah pusat tersebut. Namun di balik dukungan penuh itu, ada sejumlah hal yang belum dibahas secara mendalam.
Salah satunya soal bagaimana program koperasi ini akan menyesuaikan dengan kultur dan karakter ekonomi tiap desa.
Ketua DPC Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Trenggalek, Puryono, mengatakan para kepala desa saat ini masih fokus menjalankan arahan dari pemerintah pusat.
“Progres KDKMP di Trenggalek sangat luar biasa. Seluruh kepala desa memberikan dukungan penuh karena ini program nasional yang wajib kita sukseskan bersama,” ujar Puryono.
Program Koperasi Merah Putih sendiri dirancang sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa. Pemerintah pusat menyiapkan model usaha yang relatif seragam untuk diterapkan di berbagai daerah.
Dalam skemanya, setiap desa akan memiliki tujuh unit usaha atau gerai yang berada di bawah koperasi.
“Harapannya, tujuh gerai ini menjadi motor penggerak ekonomi desa. Unit usahanya meliputi sembako, apotek, klinik, hingga fasilitas pendingin atau cold storage,” jelasnya.
Konsep tersebut diharapkan mampu memotong rantai distribusi barang sekaligus memudahkan masyarakat desa mengakses kebutuhan pokok dan layanan dasar.
Meski begitu, PKDI Trenggalek mengakui hingga saat ini belum ada pembahasan khusus terkait kesesuaian program dengan kondisi sosial maupun kearifan lokal di masing-masing desa.
“Terkait kultur dan kearifan lokal, kami memang belum menganalisis sampai ke sana. Saat ini kami fokus mengikuti arahan pusat karena jenis gerainya sudah ditentukan secara baku,” katanya.
Selain itu, bentuk operasional koperasi tersebut juga masih belum sepenuhnya jelas di tingkat desa. Termasuk kemungkinan apakah modelnya akan menyerupai jaringan ritel modern atau memiliki pola distribusi tersendiri.
“Kami belum berani berspekulasi soal konsep detailnya. Yang jelas, kami patuh dan setia menjalankan program pemerintah,” tegas Puryono.
Kabar Trenggalek - Politik
Editor: Zamz
















.jpeg)





