KBRT - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir melalui peresmian Program Rehabilitasi Terumbu Karang di Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek, Selasa (20/01/2025).
Program ini menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo pada pilar lingkungan yang sejalan dengan inisiatif Pelindo Lestari.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kondisi terumbu karang nasional yang kian memprihatinkan. Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan sekitar 36,18 persen terumbu karang di Indonesia berada dalam kondisi rusak, sementara yang tergolong baik dan sangat baik hanya 6,56 persen.
Di Kabupaten Trenggalek, tantangan serupa juga dihadapi. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2024, sekitar 30.000 meter persegi terumbu karang dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini mendorong perlunya upaya pemulihan yang terencana, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai pihak.
Sebagai wujud nyata kepedulian tersebut, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menginisiasi program rehabilitasi terumbu karang bersama LAZNAS Lembaga Manajemen Infaq (LMI) dan Pokmaswas Rembeng Raya.
Program ini meliputi kegiatan penanaman, transplantasi, perawatan terumbu karang, hingga perlindungan kawasan dengan melibatkan masyarakat pesisir.
Dalam pelaksanaannya, Pelindo menyalurkan dukungan melalui sejumlah media konservasi, antara lain 11 unit media rak tanam bibit, 30 unit media Bioreeftek, serta 10 unit media Eco Fish House. Selain itu, sebanyak 3.000 bibit terumbu karang ditanam sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem laut di Pantai Mutiara.
Pendekatan yang dilakukan mengedepankan konsep ekonomi biru (blue economy) dan konservasi laut. Sejumlah kegiatan dilaksanakan, di antaranya pembuatan Bioreeftek Cinta, pembangunan media tanam kebun bibit, serta pengembangan Eco Fish House yang berfungsi sebagai sarana konservasi sekaligus edukasi lingkungan.
Total nilai program rehabilitasi ini mencapai Rp138.750.000, yang bersumber dari dana TJSL PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa.
Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menegaskan bahwa rehabilitasi terumbu karang di Trenggalek merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem maritim.
“Rehabilitasi terumbu karang di Pantai Mutiara Trenggalek menjadi wujud nyata kepedulian kami terhadap kelestarian lingkungan laut dan pesisir. Terumbu karang bukan hanya penyangga ekosistem laut, tetapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal, kami berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” ujar Purwanto.
Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara, yang turut terlibat langsung dalam kegiatan penanaman terumbu karang, berharap program tersebut dapat memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan laut Trenggalek.
“Kami berharap ini bisa berhasil dan ini bisa benar-benar membantu rehabilitasi terumbu karang khususnya yang ada di Kabupaten Trenggalek. Kita juga mengundang dari berbagai pihak untuk melakukan hal yang sama dengan Pelindo, bersama-sama dengan Kabupaten Trenggalek dan juga masyarakat Kabupaten Trenggalek menjaga alam kita,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan rehabilitasi terumbu karang di Pantai Mutiara telah dilakukan secara rutin hampir setiap tahun dengan melibatkan berbagai pihak.
“Insya Allah hampir setiap tahun kita melakukan hal seperti ini. Kalau tidak salah dalam kurun satu tahun itu bisa dua hingga tiga kali melakukan penanaman terumbu karang. Dan ini menjadi salah satu pusat pengendalian ekosistem terumbu karang yang ada di Kabupaten Trenggalek. Maka dari itu kami minta dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan ini bisa menjadi rutinitas di Pantai Mutiara,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono, menjelaskan bahwa rehabilitasi terumbu karang di kawasan tersebut telah dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun 2006.
“Alhamdulillah mulai dari tahun 2006 sampai sekarang kita merehabilitasi terus terumbu karang secara berkelanjutan. Untuk pertumbuhannya, satu tahun itu untuk yang tiga sampai empat sentimeter, pertumbuhannya bisa sembilan sentimeter per tahun,” imbuhnya.
Menurut Kacuk, terumbu karang yang direhabilitasi sejak 2006 kini telah berkembang pesat, bahkan ada yang berdiameter lebih dari satu meter. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap kembalinya biota laut, mulai dari plankton hingga ikan karang.
Manfaat konservasi juga dirasakan langsung oleh nelayan sekitar. Saat cuaca buruk atau gelombang tinggi, nelayan masih dapat memancing atau menebar jaring di area yang tidak jauh dari lokasi konservasi.
Ke depan, Pokmaswas Rembeng Raya berharap dukungan pemerintah dan partisipasi para donatur dapat terus berlanjut agar upaya pelestarian terumbu karang di Pantai Mutiara dapat terjaga secara berkesinambungan.
Kabar Trenggalek - Advertorial
Editor: Zamz















