Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Hutan Kota Trenggalek Dilirik Jadi Wisata Edukasi, Satwa Liar Masih Betah

Hutan Kota Trenggalek dinilai punya potensi besar jadi wisata edukasi lingkungan. Data kamera trap BKSDA menunjukkan keanekaragaman hayati masih terjaga.

Poin Penting

  • Hasil kamera trap BKSDA ungkap ekosistem Hutan Kota Trenggalek masih sehat
  • Disparbud dorong hutan kota jadi wisata edukasi lingkungan
  • Kolaborasi lintas pihak disiapkan agar wisata sejalan dengan konservasi

KBRT - Hutan Kota Trenggalek tak sekadar ruang hijau di tengah kota. Kawasan ini kini mulai dilirik sebagai calon wisata edukasi lingkungan, setelah hasil pemantauan kamera trap dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur menunjukkan ekosistemnya masih terjaga dengan baik.

Temuan tersebut menjadi angin segar bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek yang sejak awal mendorong hutan kota dimanfaatkan sebagai ruang belajar alam, bukan hanya tempat rekreasi biasa.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbud Trenggalek, Tony Widianto, menyebut hasil inventarisasi keanekaragaman hayati yang dilakukan BKSDA memperkuat rencana pengembangan hutan kota sebagai sarana edukasi lingkungan.

“Ini merupakan hal yang menggembirakan bagi kami, karena selama ini kami ingin mengolah hutan kota sebagai sarana edukasi lingkungan. Ternyata hal itu didukung dengan data dari hasil kegiatan teman-teman BKSDA dalam rangka survei atau inventarisasi keanekaragaman hayati yang ada di Trenggalek,” kata Tony.

Menurutnya, rekaman kamera trap tersebut memperlihatkan bahwa Hutan Kota Trenggalek memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, terutama dari sisi satwa liar. Kondisi ini dinilai bisa menjadi nilai tambah dalam pengembangan pariwisata berbasis lingkungan.

“Lokasi ini, menurut teman-teman BKSDA dan tim, memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, terutama dari sisi satwa. Hal ini tentu bisa menambah daya tarik wisata sekaligus menambah produk edukasi lingkungan bagi masyarakat, utamanya bagi para siswa,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Tak berhenti di situ, Disparbud Trenggalek juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar konsep wisata edukasi lingkungan tetap sejalan dengan upaya konservasi. Tony menyebut kerja sama lintas pemangku kepentingan menjadi kunci agar pengelolaan kawasan tidak merusak habitat satwa yang ada.

“Karena itu, kami mengajak teman-teman PKSDH untuk berkolaborasi dengan kami dalam rangka mengembangkan wisata edukasi lingkungan di hutan kota ini,” imbuhnya.

Dari sisi konservasi, Tony menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian Hutan Kota Trenggalek. Ia berharap keterlibatan publik bisa memastikan keanekaragaman hayati tetap terjaga dalam jangka panjang.

“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di hutan kota, khususnya di Trenggalek pada umumnya, agar anugerah ini bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti,” ucapnya.

Tony juga menyoroti keunikan Hutan Kota Trenggalek dibandingkan daerah lain. Berbeda dengan hutan kota buatan, kawasan ini sejak awal merupakan hutan alami yang kemudian dikembangkan dengan penambahan jenis tanaman.

“Hutan kota ini sejak awal memang sudah berupa hutan alami. Kita hanya menambah jenis tanaman, kemudian seiring waktu tutupan hutannya menjadi semakin rapat dan akhirnya menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa,” jelasnya.

Kabar Trenggalek - Sosial

Editor: Zamz